Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ilmuwan China Temukan Cara Baru Kendalikan Plasma Matahari Buatan

Ilmuwan China Temukan Cara Baru Kendalikan Plasma Matahari Buatan


Adi Fida Rahman - detikInet

Matahari Buatan China
Ilmuwan China Temukan Cara Baru Kendalikan Plasma Matahari Buatan Foto: Wccftech
Daftar Isi
Jakarta -

Para ilmuwan di China kembali mencetak terobosan penting dalam riset energi fusi. Tim peneliti melaporkan keberhasilan menemukan cara baru untuk mengendalikan plasma pada reaktor nuklir EAST (Experimental Advanced Superconducting Tokamak), atau yang lebih dikenal sebagai "Matahari Buatan".

Penemuan ini menjadi angin segar bagi dunia sains karena berhasil mengatasi salah satu hambatan teknis terbesar yang selama ini menghambat terciptanya energi bersih tak terbatas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunci Stabilitas Matahari Buatan

Masalah utama dalam reaktor fusi adalah menjaga plasma tetap stabil dalam suhu jutaan derajat Celcius. Pengotor dari dinding reaktor, terutama tungsten, seringkali masuk ke tepi plasma dan menyebabkan ketidakstabilan yang bisa menghentikan reaksi fusi secara mendadak.

ADVERTISEMENT

Untuk mengatasi hal ini, para ilmuwan mengembangkan model baru yang disebut PWSO (Plasma-Wall Self-Organizational Interaction). Model ini dirancang untuk memahami dan mengatur interaksi kompleks antara plasma bersuhu ekstrem dan dinding reaktor, sehingga aliran pengotor dapat ditekan secara signifikan.

Model PWSO kemudian diuji langsung pada reaktor EAST (Experimental Advanced Superconducting Tokamak), fasilitas riset fusi andalan China yang dijuluki artificial sun. Dalam eksperimen tersebut, tim mengombinasikan pemanasan resonansi siklotron elektron dengan teknik pra-muatan gas saat memulai plasma. Hasilnya, pengaruh tungsten di tepi plasma berhasil ditekan secara drastis.

Berkat kontrol pengotor yang lebih baik, plasma dapat beroperasi secara stabil di kondisi yang disebut "wilayah kepadatan bebas". Kondisi ini sebelumnya sulit dicapai karena keterbatasan teknis dan risiko ketidakstabilan plasma. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa batas tradisional operasi plasma dapat dilampaui tanpa memicu gangguan serius.

Menariknya, hasil eksperimen tersebut selaras dengan prediksi model PWSO, memperkuat validitas pendekatan yang dikembangkan tim peneliti. Keselarasan antara teori dan praktik ini menjadi sinyal positif bahwa metode tersebut dapat direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut.

Matahari Buatan ChinaMatahari Buatan China Foto: Wccftech

Terobosan yang Diakui Dunia

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science Advances dan disebut memberikan panduan penting bagi desain reaktor fusi kepadatan tinggi di masa depan. Dengan kontrol plasma yang lebih stabil, reaktor fusi generasi berikutnya berpeluang beroperasi lebih lama dan lebih efisien.

Meski pembangkit listrik fusi komersial masih menjadi target jangka panjang, keberhasilan ini dinilai telah mengatasi salah satu hambatan teknis terbesar dalam teknologi fusi saat ini. Para ilmuwan menyebutnya sebagai langkah nyata menuju pemanfaatan energi bersih yang nyaris tak terbatas.

Sebagai informasi, energi fusi meniru proses yang terjadi di Matahari, yakni penggabungan inti atom ringan untuk menghasilkan energi sangat besar tanpa emisi karbon dan dengan limbah radioaktif yang jauh lebih minim dibandingkan fisi nuklir. Karena itu, setiap kemajuan dalam pengendalian plasma dianggap sebagai kunci menuju masa depan energi global.

Dengan terobosan ini, China semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam perlombaan global mengembangkan energi fusi nuklir, teknologi yang digadang-gadang mampu menjadi solusi energi bersih jangka panjang bagi dunia, demikian dilansir Wccftech.




(afr/afr)







Hide Ads