Sebuah telur dinosaurus berusia sekitar 70 juta tahun menyimpan kejutan tak terduga bagi para ilmuwan. Alih-alih berisi embrio dinosaurus atau endapan tanah, bagian dalam telur ini justru dipenuhi kristal kalsit berkilau, menyerupai geode alami yang biasa ditemukan pada batuan.
Temuan langka ini terungkap di sebuah situs fosil di China dan berukuran kurang lebih sebesar jeruk bali. "Sebuah telur dinosaurus seukuran jeruk bali dari lapisan fosil di China memberi kejutan besar bagi para paleontolog. Bukan embrio dinosaurus atau sedimen yang ditemukan, melainkan kristal kalsit berkilau yang melapisi bagian dalam cangkang, sebuah geode dinosaurus alami," demikian laporan penemuan tersebut, dikutip dari ScienceAlert.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan analisis mikrostruktur cangkangnya, para peneliti memastikan bahwa ini memang telur dinosaurus, bukan telur reptil atau burung purba. Telur tersebut kemudian diklasifikasikan sebagai spesies baru dengan nama Shixingoolithus qianshanensis.
"Kejadian langka ini memberi peneliti informasi unik tentang struktur cangkang telur, yang dalam kasus ini berasal dari spesies telur yang belum pernah ditemukan sebelumnya," rinci laporan tersebut.
Para ilmuwan menjelaskan, kristal kalsit itu kemungkinan terbentuk setelah embrio di dalam telur membusuk. Rongga kosong yang tersisa kemudian memungkinkan air tanah meresap melalui pori-pori dan retakan halus pada cangkang. Mineral terlarut di dalam air tersebut secara perlahan mengendap dan membentuk kristal selama jutaan tahun.
Tak hanya indah secara visual, kristal di dalam telur dinosaurus ini juga menyimpan informasi penting. Struktur dan komposisinya dapat membantu ilmuwan memahami kondisi lingkungan, proses geologi, serta perubahan kimia tanah yang terjadi pada akhir Zaman Kapur, saat dinosaurus masih mendominasi Bumi.
Penemuan ini pun menjadi contoh langka bagaimana fosil bukan hanya merekam bentuk kehidupan purba, tetapi juga proses alam kompleks yang berlangsung jauh setelah makhluk tersebut punah.
(rns/rns)