Kepunahan Pertama Bumi Turunkan Kadar Oksigen untuk Kehidupan

Kepunahan Pertama Bumi Turunkan Kadar Oksigen untuk Kehidupan

ADVERTISEMENT

Kepunahan Pertama Bumi Turunkan Kadar Oksigen untuk Kehidupan

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 10 Nov 2022 09:45 WIB
bumi bulat rusia
Foto: Instagram
Jakarta -

Bumi benar-benar atau hampir sepenuhnya beku sekitar 650 juta tahun yang lalu, menurut Hipotesis Bumi Bola Salju. Saat atmosfer berubah dan Bumi menghangat, planet kita menandai dimulainya Periode Ediacaran.

Dikutip dari Universe Today, Periode Ediacaran menandai pertama kalinya kehidupan multiseluler tersebar luas di Bumi. Ini mendahului Periode Kambrium yang lebih terkenal, ketika kehidupan yang lebih kompleks muncul, beragam, dan berkembang.

Dalam perkembangannya, kehidupan selama Periode Ediacaran menghadapi kepunahan massal, dan itu adalah yang pertama di Bumi. Apa yang terjadi?

Fosil dari Ediacaran cukup langka karena cangkang dan kerangkanya baru muncul di Periode Kambrium. Tetapi beberapa lokasi menyimpan jumlah dan jenis fosil kehidupan Ediacaran bertubuh lunak yang signifikan. Salah satu lokasi tersebut adalah kawasan yang punya nama dengan zaman itu, Perbukitan Ediacara, di Australia Selatan.

Periode Ediacaran melihat kehidupan meningkat dalam kompleksitas dan menjadi multiseluler. Sebagian besar biota Ediacaran bersifat sesil, artinya berlabuh di tempat.

Mobilitas harus menunggu evolusi untuk menciptakan lebih banyak kompleksitas. Makhluk pada masa itu cenderung berbentuk tabung atau daun dan berlabuh ke dasar laut.

Bentuk kehidupan lain pada saat itu menyerupai cacing tersegmentasi dan kantong lumpur yang tidak bergerak. Menurut beberapa penelitian, makhluk hidup Ediacaran kemungkinan besar menyerap nutrisi dari laut melalui kulit mereka.

Lebih banyak oksigen

Bumi jauh berbeda selama Periode Ediacaran. Superbenua Pannotia mendahului superbenua Gondwana yang lebih terkenal, dan Pannotia terbentuk dan pecah selama periode tersebut. Lautan juga menjadi lebih teroksigenasi hingga ke kedalaman jauh.

Oksigenasi menciptakan lebih banyak habitat bagi makhluk hidup yang menyukai oksigen. Kehidupan berkembang, menjadi lebih kompleks, dan menyebar ke seluruh dunia selama Ediacaran.

Tetapi sesuatu terjadi yang menyebabkan kepunahan massal, dan hampir semua biota Ediacaran yang unik menghilang. Periode Kambrium mengikuti Ediacaran, dan kehidupan Kambrium hampir sepenuhnya menggantikan kehidupan Ediacaran.

Sebagian besar rancangan tubuh hewan yang hidup sekarang berasal periode dari Kambrium, bukan Ediacaran. Penulis makalah ilmiah berjudul "Environmental drivers of the first major animal extinction across the Ediacaran White Sea-Nama transition", menyebutkan penurunan ketersediaan oksigen mendorong Kepunahan Akhir-Ediacaran.

Penulis utama makalah tersebut, Scott Evans, seorang peneliti postdoctoral di Departemen Geosains di Virginia Tech College of Science, fokus meneliti Periode Ediacaran.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kehidupan itu sendiri yang menyebabkan kepunahan Ediacaran. Garis pemikiran itu mengatakan bahwa ketika bentuk kehidupan baru berevolusi, mereka berperilaku berbeda.

Perilaku tersebut membawa perubahan mendasar pada ekosistem, dalam sebuah fenomena yang disebut "rekayasa ekosistem." Pendukung garis pemikiran ini mengatakan bahwa bentuk kehidupan bergerak muncul saat ledakan Kambrium mulai berlaku.

Mereka memakan makhluk sessile dari Ediacaran dan memusnahkan mereka. Sebuah makalah tahun 2015 mengatakan bahwa penelitian ini memberikan bukti paleoekologi kuantitatif pertama yang menunjukkan bahwa inovasi evolusioner, rekayasa ekosistem, dan interaksi biologis mungkin pada akhirnya menyebabkan kepunahan massal pertama pada kehidupan kompleks di Bumi.

Tapi Evans dan rekan-rekannya tidak setuju. Mereka mengatakan bahwa penurunan kadar oksigen menyebabkan kepunahan sekitar 80% kehidupan Ediacaran.

"Ini termasuk hilangnya berbagai jenis hewan. Namun, mereka yang tubuh dan perilakunya menunjukkan bahwa mereka bergantung pada sejumlah besar oksigen tampaknya paling terdampak," kata Evans.

"Ini menunjukkan bahwa peristiwa kepunahan dikendalikan oleh lingkungan, seperti semua kepunahan massal lainnya dalam catatan geologis," tambahnya.

Selanjutnya: Turunnya Kadar Oksigen dan Pelajaran bagi Umat Manusia

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT