Terlewat Gerhana Bulan Total Petang Ini, Baru Ada Lagi 2025

Terlewat Gerhana Bulan Total Petang Ini, Baru Ada Lagi 2025

ADVERTISEMENT

Terlewat Gerhana Bulan Total Petang Ini, Baru Ada Lagi 2025

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 08 Nov 2022 16:32 WIB
Tim detikfoto mengabadikan proses terjadinya gerhana bulan total dari kantor detik.com, Jakarta, Sabtu (28/7/2018) dinihari. Seperti diketahui, gerhana bulan total abad ini adalah gerhana bulan paling lama dalam 100 tahun. Fase gerhana bulan total ini akan berlangsung kurang lebih 52 menit sampai menuju fase puncak gerhana bulan. Grandyos Zafna/detikcom
Terlewat Gerhana Bulan Total Nanti Sore, Baru Ada Lagi 2025. Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta -

Gerhana Bulan total 8 November 2022 nanti sore, akan jadi fenomena gerhana Bulan kedua di tahun 2022 sekaligus terakhir di tahun ini. Kalau terlewat, perlu menunggu tiga tahun lagi untuk bisa melihatnya.

Hal ini disampaikan peneliti Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang. Ia menyebut, gerhana Bulan total yang dapat teramati di Indonesia baru akan ada lagi di tahun 2025.

"Gerhana Bulan Total yang dapat teramati di Indonesia untuk satu dekade berikutnya akan terjadi pada 8 September 2025, 3 Maret 2026, malam Tahun Baru 2029, 21 Desember 2029, 25 April 2032, dan 18 Oktober 2032," rincinya seperti dikutip dari situs resmi ORPA BRIN.

Gerhana Bulan terakhir di 2022

Di tahun ini, ada empat gerhana yang terjadi, baik gerhana Matahari maupun gerhana Bulan. Namun, cuma satu gerhana yang bisa dilihat dari Indonesia, yaitu gerhana Bulan total 8 November yang akan sekaligus menutup seluruh rangkaian fenomena gerhana di tahun ini.

Gerhana Bulan total 8 November 2022 terjadi dengan durasi total selama 1 jam, 24 menit, 58 detik dan durasi umbral (sebagian + total) selama 3 jam, 39 menit, 50 detik. Puncak Gerhana Bulan total dapat disaksikan mulai pukul 18.00 WIB / 19.00 WITA / 20.00 WIT.

Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Gerhana Bulan total terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi sejajar. Hal ini membuat Bulan masuk ke umbra Bumi. Akibatnya, saat puncak gerhana terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah.



Simak Video "Gerhana Bulan Total Blood Moon akan Kembali 18 Tahun Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT