Populasi Kepiting Alaska Menurun Misterius, Ilmuwan Cemas

Populasi Kepiting Alaska Menurun Misterius, Ilmuwan Cemas

ADVERTISEMENT

Populasi Kepiting Alaska Menurun Misterius, Ilmuwan Cemas

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 17 Okt 2022 22:05 WIB
Kepiting
Populasi Kepiting Alaska Menurun Misterius, Ilmuwan Khawatir. Foto: CBS News
Jakarta -

Para pembuat kebijakan di Alaska, Amerika Serikat, membatalkan perayaan tahunan musim kepiting salju (snow crab) yang akan datang karena terjadi penurunan populasi hewan tersebut secara misterius di Laut Bering.

Dikutip dari CBS News, untuk pertama kalinya dalam sejarah saah satu negara bagian Amerika Serikat tersebut, panen kepiting raja merah di Teluk Bristol tidak akan terjadi.

Kepiting salju adalah spesies penghuni air dingin. Pejabat Alaska mengatakan bahwa sekitar satu miliar kepiting telah menghilang secara misterius dalam dua tahun, dan pada dasarnya tercatat sebagai penurunan populasi spesies ini sebesar 90%.

Biasanya, kepiting salju selalu ada di menu-menu restoran di Alaska. Namun karena penurunan populasi yang secara tiba-tiba ini, para ilmuwan menaruh perhatian khusus dan menyampaikan kekhawatiran mereka. Menurut para ahli, menurunnya populasi kepiting salju kemungkinan akan berdampak pada kesehatan ekosistem Arktik.

Laporan United States Environmental Protection Agency's 'Climate Change Indicators: Marine Species Distribution yang diperbarui April 2022 menyebutkan bahwa di Laut Bering, pollock Alaska, kepiting salju, dan halibut Pasifik umumnya telah bergeser dari pantai sejak awal 1980-an.

"Apakah mereka lari ke utara untuk mendapatkan air yang lebih dingin? Apakah mereka benar-benar melintasi perbatasan? Apakah mereka berjalan dari landas kontinen di tepi sana, di atas Laut Bering?," kata Gabriel Prout, yang mengandalkan populasi kepiting salju untuk bisnis penangkapan ikan di Pulau Kodiak.

Pejabat senior dan ahli biologi negara bagian Alaska memperdebatkan larangan panen selama berhari-hari sebelum membuat keputusan dalam menghadapi permohonan permintaan kepiting untuk setidaknya melakukan penangkapan secara terbatas yang diizinkan.

"Ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya dan menjadi masa-masa sulit bagi perikanan kepiting ikonik Alaska dan bagi para nelayan dan komunitas pekerja keras yang bergantung pada spesies ini," kata Jamie Goen, direktur eksekutif Alaska Bering Sea Crabbers.

Benjamin Daly, peneliti dari Alaska Department of Fish and Game, mengatakan populasi kepiting salju menyusut dari sekitar delapan miliar pada 2018 menjadi satu miliar pada 2021.

"Kepiting salju sejauh ini adalah yang paling melimpah dari semua spesies kepiting Laut Bering yang ditangkap secara komersial. Jadi sangat mengejutkan dan patut dicatat terjadi kehilangan secara signifikan, dan itu termasuk semua betina dan bayinya," kata Daly.

Ia menduga, kemunculan penyakit adalah salah satu kemungkinan yang menyebabkan penurunan populasi. Selain itu, perubahan iklim juga bisa turut berkontribusi.

"Kondisi lingkungan berubah dengan cepat. Kami telah melihat kondisi hangat di Laut Bering beberapa tahun terakhir, dan kami melihat respons pada spesies yang beradaptasi dengan dingin, jadi cukup jelas ini saling terhubung," ujarnya.

Alaska adalah negara bagian di AS yang mengalami pemanasan tercepat di negara ini, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration. Wilayah ini juga kehilangan miliaran ton es setiap tahun, yang sangat penting bagi kepiting salju.



Simak Video "Bill Gates Bicara Perubahan Iklim, Sulit Capai Target 1,5 Derajat Celsius"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT