Astronom Mau Mancing Meteorit di Laut Pakai Magnet Raksasa

ADVERTISEMENT

Astronom Mau Mancing Meteorit di Laut Pakai Magnet Raksasa

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 11 Agu 2022 20:46 WIB
Meteor
Astronom Mau Mancing Meteorit di Laut Pakai Magnet Raksasa (Foto: blueplanetheart)
Jakarta -

Astronom sedang merencanakan ide yang cukup aneh, 'memancing' meteorit di laut dan mengangkatnya ke permukaan Bumi. Meteorit ini berasa dari sistem bintang lain dan diketahui menghantam Samudra Pasifik dengan energi setara dengan sekitar 121 ton TNT.

Tim dari University of Harvard, berharap bisa menemukan pecahan batu antarbintang ini yang dikenal sebagai CNEOS 2014-01-08. Sesuai penamaannya, batu dari luar angkasa ini menghantam Bumi pada 8 Januari 2014.

"Menemukan fragmen seperti itu akan mewakili kontak pertama yang pernah dimiliki manusia dengan material yang lebih besar dari debu dari luar Tata Surya," kata Amir Siraj, astrofisikawan di University of Harvard dan penulis pertama makalah baru yang diterbitkan di ArXiv.

Siraj mengidentifikasi asal objek antarbintang dalam sebuah studi tahun 2019 dengan keyakinan 99,999%, tetapi baru pada Mei 2022 dikonfirmasi ke Siraj oleh Komando Luar Angkasa AS. Tidak ada saksi yang diketahui mengenai objek yang menabrak Bumi.

"Benda itu menghantam atmosfer sekitar 160 kilometer di lepas pantai Papua Nugini di tengah malam, dengan kekuatan sekitar 1% energi bom Hiroshima," kata Siraj.

Berukuran hanya 0,5 m, CNEOS 2014-01-08 tampaknya menjadi objek antarbintang pertama yang pernah ditemukan di Tata Surya kita. Sebelumnya, sebuah objek lonjong yang disebut 'Oumuamua' memegang gelar itu.

Dikutip dari Live Science, Kamis (11/8/2022) CNEOS 2014-01-08 diperkirakan berasal dari sistem bintang lain karena bergerak dengan kecepatan 60 kilometer per detik relatif terhadap Matahari. Benda itu bergerak terlalu cepat untuk diikat oleh gravitasi Matahari.

"Pada jarak Bumi dari Matahari, objek apa pun yang bergerak lebih cepat dari sekitar 42 kilometer per detik berada pada lintasan pelarian hiperbolik yang tidak terbatas relatif terhadap Matahari," kata Siraj.

"Ini berarti bahwa CNEOS 2014-01-08 jelas melebihi batas kecepatan lokal untuk objek terikat dan itu tidak berpapasan dengan planet lain di sepanjang jalan, jadi pasti berasal dari luar Tata Surya," sambungnya.

Proyek magnet raksasa

Sebuah ekspedisi bernama Proyek Galileo senilai USD1,6 juta pun dikerahkan untuk menurunkan magnet ke laut. Ukuran magnet kira-kira sebesar tempat tidur ukuran king size di 1,3 derajat selatan, 147,6 derajat timur, lokasi tempat peristirahatan meteorit. Tempat itu sekitar 300 km utara Pulau Manus di Laut Bismarck di barat daya Samudra Pasifik.

CNEOS 2014-01-08 jauh melebihi kekuatan material meteorit besi biasa, yang seharusnya membuatnya lebih mudah untuk dipulihkan, menurut Siraj. Kekuatan material mengacu pada seberapa mudah sesuatu dapat menahan deformasi atau rusak oleh beban.

"Kebanyakan meteorit mengandung cukup besi sehingga mereka akan menempel pada jenis magnet yang kami rencanakan untuk digunakan untuk ekspedisi laut. Mengingat kekuatan materialnya yang sangat tinggi, kemungkinan besar fragmen CNEOS 2014-01-08 bersifat feromagnetik," ujarnya.

Berangkat dari Papua Nugini, kapal proyek ini menggunakan kereta luncur magnet pada longline winch, yang akan ditarik sepanjang dasar laut 1,7 km selama 10 hari. Magnet yang diturunkan diharapkan bisa 'memancing' fragmen kecil meteorit, berukuran sekecil 0,1 mm.

Namun, belum diketahui kapan para astronom akan dapat melakukan ekspedisi ini. Proyek Galileo berkomitmen menggelontorkan USD 500 ribu dan masih diperlukan USD1,1 juta untuk mewujudkannya. menurut Siraj, itu nilai yang sepadan dibandingkan dengan misi luar angkasa.

"Cara alternatif untuk mempelajari objek antarbintang dari jarak dekat adalah dengan meluncurkan misi luar angkasa ke objek masa depan yang melewati lingkungan Bumi. Tapi itu akan menjadi 1.000 kali lebih mahal sekitar USD1 miliar," tutupnya.



Simak Video "2 Hujan Meteor Akan Serbu Langit Indonesia "
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT