Peradaban Maju Bumi Mungkin Eksis Jutaan Tahun Sebelum Manusia

ADVERTISEMENT

Peradaban Maju Bumi Mungkin Eksis Jutaan Tahun Sebelum Manusia

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 22 Jul 2022 19:11 WIB
HARTLEPOOL, ENGLAND - JULY 06: Visitors come to see the Gaia artwork by UK artist Luke Jerram as it is displayed inside Hartlepool Town Hall Theatre on July 06, 2022 in Hartlepool, England. The installation is part of the launch for the Hartlepool Waterfront Festival, a two-day festival of maritime creativity that is due to take place in Hartlepool Marina this weekend. (Photo by Ian Forsyth/Getty Images)
Peradaban Maju Mungkin Sudah Hidup di Bumi Jutaan Tahun Sebelum Manusia. Foto: Getty Images/Ian Forsyth
Jakarta -

Di film fiksi ilmiah Doctor Who, ada spesies alien yang disebut Silurian, reptil humanoid berteknologi maju yang hidup jauh sebelum keberadaan manusia. Pada 2018 dua ilmuwan University of Cambridge menamai makalah mereka Hipotesis Silur, "The Silurian hypothesis: would it be possible to detect an industrial civilization in the geological record?"

Diterbitkan dalam Journal of Astrobiology, makalah ini tidak membantah bahwa ada spesies berteknologi maju jauh sebelum umat manusia. Tetapi mereka mengajukan pertanyaan hipotetis yang menarik tentang apakah mungkin bisa menemukan "sidik jari geologis" dari peradaban masa lalu yang kedaluwarsa jutaan tahun.

"Salah satu pertanyaan kunci dalam menilai kemungkinan menemukan peradaban seperti itu adalah pemahaman tentang seberapa sering, mengingat bahwa kehidupan telah muncul dan bahwa ada beberapa spesies cerdas, dan apakah peradaban industri berkembang?," tulis mereka seperti dikutip dari IFL Science.

"Manusia adalah satu-satunya contoh yang kita ketahui, dan peradaban industri kita telah berlangsung (sejauh ini) kira-kira 300 tahun (sejak, misalnya, awal dari metode produksi massal). Ini adalah sebagian kecil dari waktu kita telah ada sebagai spesies, dan sebagian kecil dari waktu kehidupan yang kompleks telah ada di permukaan Bumi," kata mereka.

Periode waktu yang singkat ini menimbulkan pertanyaan yang jelas apakah ini bisa terjadi sebelumnya. Selain menjadi hipotesis yang menarik untuk direnungkan, menjawab pertanyaan tersebut juga dapat membantu kita mencari tanda-tanda peradaban maju di planet ekstrasurya. Seperti yang ditunjukkan oleh makalah ini, manusia telah meninggalkan jejak penting di planet ini yang pasti akan bertahan selama bertahun-tahun dalam waktu kita (yang relatif singkat), mengubah iklim dan ekosistem planet.

Namun, itu tidak berarti bahwa perubahan ini akan dapat dideteksi jutaan tahun dari sekarang. Faktanya, catatan yang kita tinggalkan, misalnya di sedimen, mungkin hanya setebal beberapa sentimeter. Ini mungkin benar, bahkan jika kita bertahan hidup lebih lama dari usia kita saat ini.

"Semakin lama peradaban manusia bertahan, semakin besar sinyal yang diprediksi menjadi catatan atau rekaman," tulis tim tersebut.

Namun, semakin lama sebuah peradaban bertahan, semakin berkelanjutan praktiknya untuk bertahan hidup. Semakin berkelanjutan suatu masyarakat (misalnya dalam pembangkit energi, manufaktur atau pertanian), semakin kecil jejak mereka tertinggal. Tetapi semakin kecil jejaknya, semakin sedikit pula bukti yang tertanam dalam catatan geologis.

Halaman selanjutnya, penanda spesies kita jutaan tahun dari sekarang>>>



Simak Video "Kapan Pertama Kalinya Bintang Bersinar?"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT