Misteri Planet Nibiru Pembawa Kehancuran, Hoax atau Nyata?

ADVERTISEMENT

Misteri Planet Nibiru Pembawa Kehancuran, Hoax atau Nyata?

Tim - detikInet
Jumat, 15 Jul 2022 08:45 WIB
Planet mengerikan di luar angkasa
Ilustrasi Planet Nibiru, nyata atau hoax? Foto: NASA/JPL-Caltech
Jakarta -

Planet Nibiru sering bikin kontroversi. Semuanya berawal pada 1976 ketika penulis asal Amerika, Zecharia Sitchin, memperkenalkan hipotesis kontroversial dalam bukunya yang berjudul 'The 12th Planet'.

Ia menulis bahwa manusia tidak berevolusi secara alamiah, namun diciptakan secara genetik oleh makhluk asing yang berasal dari planet di luar sistem tata surya, berdasarkan data-data yang ia kumpulkan dari bangsa Sumeria.

Menurutnya, planet tersebut memiliki orbit berbentuk elips yang sangat luas sehingga mampu melintasi sistem tata surya secara tegak lurus diantara Mars dan Jupiter setiap 3.600 tahun. Ia memanggil planet tersebut dengan sebutan Nibiru, yang berarti planet pelintas.

Powered By eReleGo"Dulu, Nibiru sempat menjadi planet pengembara, sebelum ditarik oleh Matahari yang baru saja terbentuk sekitar 4 Miliar tahun lalu. Pada saat itu, Bumi memiliki ukuran lebih besar, dengan orbit di antara Mars dan Jupiter," tulisnya dalam buku tersebut, seperti dilansir detikINET dari Ancient Origins.

'The 12th Planet' juga menjelaskan bahwa Bumi saat itu dikenal sebagai Tiamat berdasarkan kepercayaan bangsa Sumeria.

Saat salah satu perlintasan awal Nibiru, bulan yang mengelilingi Planet Nibiru bertabrakan dengan Tiamat hingga terbagi menjadi dua, satu menjadi Bumi yang kita kenal sekarang dan bagian lain menjadi Bulan. Orbitnya pun bergeser ke posisi yang diketahui sekarang.

Zecharia Sitchin menambahkan bahwa debu-debu sisa tabrakan tersebut bisa jadi beterbangan tanpa arah di luar angkasa, terhisap oleh exoplanet, ataupun menjadi Sabuk Asteroid, yaitu gugusan di antara Mars dan Jupiter yang berisi asteroid serta planet minor.

Nibiru sering disebutkan akan menjadi sumber bencana karena menghasilkan gaya gravitasi luar biasa besar sehingga mempengaruhi Bumi.

Penelitian Robin Canup

Pada 2001, Robin Canup dari Southwest Research Institute mengatakan bahwa tabrakan yang dialami oleh Bumi tidak hanya menciptakan Bulan, namun dapat memicu rotasi pada Bumi.

Hal tersebut tertuang pada laporan studi yang ia lakukan selama delapan tahun bersama William Ward dan Alastair Cameron, yang tergabung dalam kelompok peneliti 'penentang' teori asli impact theory saat pertama kali dipublikasikan pada 1970-an.

Halaman selanjutnya, kebenaran mengenai Planet Nibiru>>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT