Cara Merawat Sumur Air Zamzam, Ribuan Tahun Tak Pernah Kering

Cara Merawat Sumur Air Zamzam, Ribuan Tahun Tak Pernah Kering

ADVERTISEMENT

Cara Merawat Sumur Air Zamzam, Ribuan Tahun Tak Pernah Kering

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 13 Jul 2022 05:45 WIB
Distribusi Air Zamzam
Cara Arab Saudi Rawat Sumur Air Zamzam yang Ribuan Tahun Tak Pernah Kering. Foto: dok Saudi Press Agency
Jakarta -

Sumur zamzam tidak pernah mengering sejak zaman Nabi Ismail. Secara ajaib, mata air zamzam keluar saat Nabi Ismail menangis karena kehausan di padang pasir bersama ibunya, Siti Hajar.

Bagi umat Islam, air zamzam yang diambil dari sumur di Masjidil Haram di Makkah, merupakan keajaiban dan hadiah luar biasa dari Allah. Dalam perkembangannya, di abad ke-21, ilmu pengetahuan dan teknologi dilibatkan untuk memastikan bahwa air suci ini aman untuk dikonsumsi manusia, dan terus mengalir untuk memenuhi kebutuhan jutaan peziarah yang mengunjungi Dua Masjid Suci di Makkah dan Madinah setiap tahun.

Sejarawan dan ahli geologi sepakat bahwa sumur Zamzam, yang terletak hanya 20 meter di sebelah timur Kakbah di Masjidil Haram, mungkin berusia setidaknya 4.000 tahun.

Sejarah sumur zamzam

Umat muslim percaya, sumur zamzam dibangun di atas mata air yang memancar untuk meringankan penderitaan Hajar dan Ismail, yang ditinggalkan sendirian di padang pasir atas perintah Allah.

Sahih Al-Bukhari abad ke-9, yang dianggap sebagai kumpulan hadits yang paling otoritatif yang merekam ucapan dan ajaran Nabi Muhammad, menceritakan bagaimana Hajar, yang mencari air dengan putus asa, berlari tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa sebelum Malaikat Jibril muncul dan menyebabkan air mengalir dari tanah yang tandus.

Dikutip dari Arab News, Rabu (12/7/2022) menurut Saudi Geological Survey's Zamzam Studies and Research Center, nama zamzam berasal dari frasa "zome zome" yang berarti berhenti mengalir, sebuah perintah yang diulang-ulang oleh Hajar saat berupaya menahan mata air itu.

Seiring berjalannya waktu, daerah sekitar sumur menjadi tempat peristirahatan para kafilah, yang akhirnya berkembang menjadi Kota Makkah, kemudian di tahun 570 M menjadi tempat kelahiran Nabi Muhammad.

Di beberapa titik selama era Ottoman, sumur itu tertutup di dalam sebuah bangunan. Selama berabad-abad sumur ini mengalami banyak perubahan sampai akhirnya dihancurkan pada tahun 1964, ketika Mataf atau pelataran Ka'bah harus diperluas agar aman melayani peziarah yang jumlahnya makin meningkat.

Saat itu, sumur ditutup dan bukaannya diposisikan ulang di ruang bawah tanah sedalam 2,5 meter di bawah permukaan. Air zamzam diambil dari sumur seperti biasanya, disedot ke permukaan dalam ember di ujung tali.

Kini, penggunaan pompa listrik dapat menyedot hingga 18,5 liter air zamzam per detik. Corong tua sumur, lengkap dengan katrol dan ember yang menceritakan sejarah ini, bisa dilihat di Museum Arsitektur Dua Masjid Suci (Exhibition of The Two Holy Mosques Architecture) di Makkah.

Selanjutnya: Keyakinan berpadu teknologi modern >>>

Simak Video 'Sederat Fakta Ilmiah Air Zamzam':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT