8 Fenomena Aneh yang Terjadi Kalau Bumi Itu Datar

ADVERTISEMENT

8 Fenomena Aneh yang Terjadi Kalau Bumi Itu Datar

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 07 Jul 2022 20:00 WIB
Ilustrasi Bumi Datar
Ilustrasi Bumi datar. Foto: Ilustrasi Kiagus/detikcom
Jakarta -

Bumi yang kita huni saat ini bentuknya bulat. Tapi ada kelompok tertentu yang percaya kalau Bumi datar. Lalu apa yang akan terjadi jika Bumi benar-benar datar? Apakah kehidupan di Bumi yang datar akan sama seperti di Bumi bulat? Berikut ini delapan keanehan yang akan terjadi di Bumi datar, seperti dikutip dari Live Science.

1. Tidak ada gravitasi

Berdasarkan perhitungan James Clerk Maxwell, seorang ahli matematika dan fisika dari tahun 1850-an, Bumi yang berbentuk seperti piringan tidak akan bisa tercipta dengan kondisi gravitasi saat ini.

Sementara itu, ahli geofisika dari Columbia University James Davis mengatakan di Bumi yang datar gravitasi mungkin akan menarik semua objek ke bagian pusat piringan yaitu Kutub Utara.

Dalam skenario tersebut, semakin jauh dari Kutub Utara maka tarikan gravitasi akan semakin horizontal. Ini tentu akan membuat kehidupan di dunia menjadi kacau.

2. Atmosfer akan hilang

Tanpa gravitasi, Bumi yang datar tentu tidak bisa menjaga atmosfer yang mengelilingi karena tarikan gravitasi lah yang bisa menjaga lapisan pelindung Bumi ini.

Jika tidak ada atmosfer, maka langit siang hari pun akan berwarna hitam karena sinar matahari tidak lagi menyebar saat memasuki atmosfer dan membuat langit berwarna biru seperti yang kita kenal.

Tanpa perlindungan atmosfer, kehidupan di Bumi dipastikan akan hancur. Air akan langsung menguap di luar angkasa dan temperatur akan turun drastis sehingga air yang tersisa akan langsung membeku.

3. Hujan horizontal

Jika gravitasi menarik ke arah pusat Bumi datar, dalam hal ini Kutub Utara, maka air hujan pun akan mengarah ke pusat yang sama. Hal ini dikarenakan hujan bisa turun ke Bumi berkat gravitasi dan akan jatuh di titik dengan tarikan gravitasi paling kuat.

Karena itu, hujan yang 'normal' hanya akan terjadi di pusat Bumi datar di mana tarikan gravitasinya paling kuat. Semakin jauh dari Kutub Utara, maka hujannya akan mengalir secara horizontal.

Air di sungai dan laut juga akan mengarah ke Kutub Utara, artinya semua air di Bumi akan terpusat di bagian tengah planet dan di bagian ujungnya akan kering.

4. GPS tidak berfungsi

Kemungkinan besar satelit tidak akan eksis di Bumi yang datar karena akan kesulitan mengorbit area yang datar. Ahli geofisika dari Columbia University James Davis memperkirakan GPS pun akan tidak berfungsi di Bumi yang datar.

GPS yang ada di ponsel kita saat ini bergantung pada Global Navigation Satellite System (GNSS). Tidak hanya itu GPS juga berfungsi untuk informasi perjalanan dan untuk mencari lokasi penelepon panggilan darurat, jadi bisa dibayangkan betapa kacaunya kehidupan di Bumi jika tidak ada GPS.

5. Perjalanan memakan waktu lebih lama

Perjalanan dari satu titik ke titik yang lain di Bumi datar bisa memakan waktu lebih lama. Bukan hanya karena GPS yang tidak berfungsi tapi juga karena jarak yang harus ditempuh jadi makin panjang.

Menurut teori Bumi datar, Arktik berada di pusat Bumi dan Antartika merupakan dinding es raksasa di ujung planet. Karena tidak bisa terbang mengelilingi Bumi dan terpaksa melintasinya, maka durasi perjalanan akan meningkat signifikan.

Misalnya jika ingin terbang dari Australia ke stasiun McMurdo di Antartika yang berada di sisi lain peta Bumi datar, kalian harus terbang melewati Arktik, sekaligus Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Halaman selanjutnya, tidak ada aurora>>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT