Tanaman Bakau Jadi Tempat Bersemayam Bakteri Raksasa

ADVERTISEMENT

Tanaman Bakau Jadi Tempat Bersemayam Bakteri Raksasa

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 26 Jun 2022 18:38 WIB
Bakteri
Bakteri Raksasa Ditemukan di Tanaman Bakau. Foto: Olivier Gros
Jakarta -

Di hutan bakau berawa di Karibia Prancis, makhluk aneh bersembunyi di antara dedaunan yang berguguran. Rupanya makhluk ini adalah bakteri terbesar yang pernah ada.

Bakteri yang punya nama ilmiah Thiomargarita magnifica ini, punya panjang 1-2cm, sehingga menjadikannya "raksasa" dibandingkan mikroba lainnya. Karena besar, Thiomargarita magnifica jadi satu-satunya bakteri yang bisa dilihat tanpa mikroskop sejauh ini.

"(Bakteri) ini sekitar 5.000 kali lebih besar daripada kebanyakan bakteri. Gambarannya sama dengan bertemu manusia seukuran Gunung Everest," kata penulis utama Jean-Marie Volland, ahli mikrobiologi di Lawrence Berkeley National Laboratory di California, dikutip dari ABC News.

Menemukan bakteri terbesar adalah hal yang terlintas di benak Profesor Olivier Gros ketika dia berburu mikroba di hutan bakau Guadeloupe di Karibia Prancis hampir dua dekade lalu.

Saat mengumpulkan sampel dari air keruh, Profesor Gros melihat filamen putih panjang menempel di daun. Ahli biologi kelautan itu memutuskan untuk melihat lebih dekat, dan membawa filamen seperti rambut ke labnya di University of Antilles di Guadeloupe dan menelitinya di bawah mikroskop.

BakteriBakteri ini ribuan kali lebih besar dibandingkan bakteri pada umumnya. Foto: Olivier Gros

"Saya tidak mengira itu bakteri, dan makhluk itu sangat besar untuk ukuran bakteri. Saya pikir itu jamur atau semacamnya," kata Profesor Gros.

Analisis genetik awal mengungkapkan bahwa susunan organisme eksentrik itu cocok dengan Thiomargarita, genus yang mencakup bakteri yang memakan belerang.

Jadi, Profesor Gros dan timnya untuk sementara menamai mikroba itu Thiomargarita magnifica, berasal dari "magnus", kata Latin yang artinya hebat.

Aneh luar dalam

Ketika Dr Volland bergabung dengan lab Profesor Gros beberapa tahun kemudian, ia fokus mempelajari "mikro-mikroba" dan memastikan bahwa itu memang bakteri yang terdiri dari satu sel.

Tim peneliti mengumpulkan lebih banyak sampel dari hutan bakau di Guadeloupe dan menggunakan berbagai teknik mikroskopis yang kuat untuk melihat filamen dalam tiga dimensi.

Ketika Dr Volland dan timnya memperbesar makhluk bersel tunggal ini dan memindai seluruh panjangnya, dia tidak dapat melihat segmen yang biasanya dilihat pada organisme multiseluler.

Dia juga melihat semacam kompartemen kecil seperti biji yang berisi cetak biru genetik bakteri. Ini adalah fitur yang aneh, karena DNA bakteri biasanya mengapung bebas di dalam sel alih-alih terbungkus rapi di dalam wadah sel seperti pada manusia, tumbuhan, dan hewan.

"Ini belum pernah diamati pada bakteri sebelumnya. Ini sebenarnya adalah sesuatu yang menjadi ciri organisme kompleks," kata Dr Volland.

Paket materi genetik ini memungkinkan bakteri tumbuh hingga ukurannya sangat besar, kata Ashley Franks, ahli mikrobiologi lingkungan di University La Trobe yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

"Kami dulu berpikir bahwa bakteri bentuknya selalu seperti bola dan mereka punya ukuran tertentu. Semuanya bercampur menjadi satu di tengah dan begitulah cara Anda mendapatkan semua fungsinya," kata Profesor Franks.

Ini dianggap sebagai alasan mengapa sebagian besar bakteri berukuran mikro, karena bakteri yang tumbuh terlalu besar akan membuat kimia bagian dalam mereka rusak.

Tetapi karena bagian dalam T. magnifica relatif teratur dan agak terpisah, ia dapat tumbuh hingga ukurannya besar tanpa kehilangan keseimbangan kimiawinya.



Simak Video "Bupati Langkat Soal Satwa Dilindungi di Rumahnya: Demi Tuhan Itu Titipan!"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT