Donald Trump Tuduh China Kirimkan Badai ke AS Pakai Senjata Rahasia

Donald Trump Tuduh China Kirimkan Badai ke AS Pakai Senjata Rahasia

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 13 Mei 2022 07:40 WIB
Donald Trump kini dijerat kasus pajak usai lolos dari pemakzulan, bagaimana perkembangan penyelidikannya?
Donald Trump Tuduh China Kirimkan Badai ke AS Pakai Senjata Rahasia. Foto: BBC World
Jakarta -

Selama menjabat, setiap presiden pastinya dihadapkan dengan masalah bencana alam di negara mereka, termasuk badai. Akan tetapi, Donald Trump mantan presiden Amerika Serikat terdahulu, memilih untuk menyalahkan China. Kok bisa?

Menurut sumber anonim yang dekat dengan mantan presiden, menjelang awal masa jabatannya, Trump bertanya kepada staf keamanan nasionalnya apakah China memiliki senjata yang dapat menciptakan badai dan mengarahkannya ke AS.

Bercerita kepada Rolling Stone, setelah bertanya tentang senjata potensial ini -- yang hampir pasti tidak ada -- dia kemudian bertanya kepada stafnya apakah menggunakan senjata semacam itu akan dianggap sebagai tindakan perang.

Trump pun sudah berkali-kali mengangkat isu senjata badai beberapa kali, sebelum akhirnya berhenti membahasnya pada tahun 2018.

Tak cuma Trump, ternyata banyak orang yang penasaran tentang badai. Alih-alih soal senjata rahasia pencipta badai, warganet banyak yang penasaran apakah bisa menghentikan badai dengan nuklir.

"Selama setiap musim badai, seseorang selalu bertanya 'mengapa kita tidak menghancurkan siklon tropis dengan nuklir' atau 'dapatkah kita menggunakan senjata nuklir untuk menghancurkan badai?'," tulis National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di situs webnya.

"Tak perlu dikatakan, ini bukan ide yang bagus," lanjutnya.

Badai adalah pusat udara bertekanan rendah, jadi secara teoritis mungkin untuk meniadakannya dengan meningkatkan tekanan udara. Namun, badai sangat energik sehingga mereka melepaskan panas yang setara dengan bom nuklir 10 megaton yang meledak setiap 20 menit, jadi ledakan nuklir tidak akan menurunkan peringkat badai yang sedang berlangsung. Juga menurunkan kategorinya atau mengalihkannya.

Pada dasarnya, yang akan terjadi jika nekat melakukan itu hanya akan mengubah bencana lingkungan menjadi bencana lingkungan dengan tambahan radiasi nuklir.

"Membunuh badai akan sama efektifnya dengan mencoba menghentikan kapal tanker minyak dengan pistol," Profesor Paul Francis mengatakan kepada IFL Science.

"Badai biasanya sekitar 100 ribu kali lebih kuat daripada nuklir paling kuat yang dimiliki AS," tandasnya.



Simak Video "Biden Didesak Ikuti Kebijakan Trump Buntut Tewasnya Puluhan Migran"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)