Ini Negara yang Bisa Saksikan Gerhana Matahari 30 April 2022

ADVERTISEMENT

Ini Negara yang Bisa Saksikan Gerhana Matahari 30 April 2022

Tim - detikInet
Kamis, 28 Apr 2022 08:50 WIB
GRAND CANYON NATIONAL PARK, AZ - MAY 20:  A composite of images of the first annular eclipse seen in the U.S. since 1994 shows several stages, left to right, as the eclipse passes through annularity and the sun changes color as it approaches sunset on May 20, 2012 in Grand Canyon National Park, Arizona. Differing from a total solar eclipse, the moon in an annular eclipse appears too small to cover the sun completely, leaving a ring of fire effect around the moon. The eclipse is casting a shallow path crossing the West from west Texas to Oregon then arcing across the northern Pacific Ocean to Tokyo, Japan. (Photo by David McNew/Getty Images)
Gerhana Matahari Sebagian akan terjadi 30 April, ini daftar negara yang bisa melihatnya. Foto: (Getty Images/David McNew)
Jakarta -

Gerhana Matahari pertama tahun ini akan terjadi 30 April 2022. Ada banyak negara yang bisa menyaksikan fenomena alam tersebut.

Detik-detik tertutupnya Matahari oleh Bulan sebagian akan dapat dilihat dari Antartika, ujung selatan Amerika Selatan, wilayah Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik. Sayangnya gerhana kali ini tidak melewati dari Indonesia. Namun kita bisa menyaksikan secara online.

Gerhana Matahari sebagian pada 30 April akan terjadi mulai pukul 14.45 EDT waktu setempat atau 01.45 WIB pada 1 Mei 2022. Sedangkan, puncak terjadinya gerhana pukul 16.41 EDT waktu setempat atau 03.41 WIB.

Ini merupakan gerhana ke-66 dari 71 gerhana dalam siklus Saros 119. Magnitudo (lebar) maksimum gerhana kali ini mencapai 63,89% diameter sudut Matahari.

"Gerhana Matahari Sebagian kali ini, bertepatan dengan konjungsi akhir bulan Ramadan 1443 H, sehingga hilal kemungkinan dapat disaksikan ketika Matahari terbenam, setelah gerhana," kata Andi Pangerang, peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, dikutip dari situs Edukasi Sains Antariksa BRIN.

Gerhana Matahari sebagian sendiri adalah fenomena astronomis ketika Bumi, Bulan, dan Matahari terletak pada satu garis lurus. Permukaan Matahari yang teramati dari Bumi hanya tertutup sebagian saja oleh Bulan.

"Hal ini disebabkan bayangan Bulan yang jatuh di permukaan Bumi hanya bayangan penumbra/semu saja, sedangkan bayangan umbra inti berada di luar permukaan Bumi," tulis Andi

Wilayah yang tertutupi oleh bayangan penumbra Bulan akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian, sementara wilayah yang tertutup oleh bayangan umbra Bulan bakal mengalami Gerhana Matahari Total.

Gerhana matahari sebagian selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober. Fenomena tersebut bakal terlihat dari Eropa, Afrika Timur Laut, Timur Tengah dan Asia Barat.

Untuk gerhana Matahari total sendiri tidak akan ada di tahun ini. Kita baru bisa melihat Matahari tertutup Bulan secara sempurna pada 2023.



Simak Video "Pria Ngaku Dewa Matahari Alami Gangguan Jiwa, Kasusnya Dihentikan"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT