Jika Matahari Terbit dari Barat, Begini Akibatnya - Halaman 2

Jika Matahari Terbit dari Barat, Begini Akibatnya

ADVERTISEMENT

Jika Matahari Terbit dari Barat, Begini Akibatnya

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 22 Apr 2022 05:45 WIB
Siluet puncak Gunung Rinjani terlihat jelas saat matahari terbit dari Kota Mataram, NTB, Sabtu (14/8/2021). Gunung Rinjani yang terletak di bagian utara Pulau Lombok merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3,726 mdpl dan menjadi salah satu tempat wisata pegunungan favorit di NTB. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.
Ilustrasi Matahari terbit. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

2. Gurun Sahara menghilang

Selain itu, simulasi ini juga memperlihatkan Gurun Sahara menghilang. Wilayah Timur Tengah yang kering kerontang menerima banyak curah hujan. Sebaliknya, AS bagian tenggara dan sebagian besar Brasil dan Argentina berubah menjadi gurun.

Dalam rotasi Bumi normal, daerah tersebut biasanya menerima banyak curah hujan. Berdasarkan simulasi, luas gurun menyusut menjadi 4,2 juta mil persegi lebih sedikit dibandingkan luas gurun Bumi saat ini.

Bumi yang berotasi ke arah sebaliknya juga menampilkan gelombang cyanobacteria di Samudra Hindia bagian utara. Kombinasi dari sirkulasi terbalik ini, dan produksi biologis yang tinggi di wilayah itu, menyebabkan tingkat oksigen yang rendah di kedalaman yang lebih dalam, sehingga mikroorganisme perlu mengkonsumsi nitrat sebagai gantinya.

Karena cyanobacteria tidak membutuhkan nitrat dan air yang dihasilkan memiliki kadar nitrat yang rendah, mungkin saja cyanobacteria menjadi produsen biologis yang dominan melintasi luasnya lautan, di mana air yang kekurangan nutrisi mencapai permukaan.

"Meskipun mekarnya cyanobacteria sering terjadi di Bumi, perkembangan mereka tetap dalam skala yang relatif kecil," Ziemen mencatat.

3. Kekacauan iklim

Bumi yang berputar mundur mungkin tampak seperti tempat yang lebih baik bagi sebagian orang di wilayah tertentu, terutama daerah gurun. Nyatanya, ini akan menimbulkan kekacauan iklim yang akan merusak, dan mungkin itulah sebabnya disebut sebagai tanda kiamat.

"Jika Anda berada di Eropa barat misalnya, kehidupan terasa jauh lebih baik di Bumi dengan pola rotasi saat ini. Karena dengan arah rotasi berlawanan, wilayah ini akan terasa sangat dingin," tutup Ziemen.



Simak Video " Momen Gerhana Matahari Parsial Lintasi Menara Eiffel"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT