Apa Itu Teknologi Face Recognition di Kasus Pemukulan Ade Armando

Apa Itu Teknologi Face Recognition di Kasus Pemukulan Ade Armando

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 13 Apr 2022 17:18 WIB
Face Recognition
Apa Itu Teknologi Face Recognition Pelacak Pengeroyok Ade Armando (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Seperti di film-film Hollywood, penerapan teknologi canggih mempermudah aparat Kepolisian menangkap pelaku kejahatan. Dalam kasus pengeroyokan Ade Armando, Polri menggunakan teknologi pengenalan wajah atau face recognition untuk melacak pelaku.

Saat ini polisi sudah menangkap tiga pelaku utama pengeroyokan, namun tiga pelaku lainnya masih diburu.

"Dengan tertangkapnya 3 orang pelaku utama pemukulan dan pengeroyokan terhadap korban Ade Armando, saat ini masih ada 3 orang lagi yang sedang kita lakukan pengejaran," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan dalam konferensi pers, Rabu (13/4/2022).

Polisi kemudian menampilkan foto tiga orang yang sedang dicari itu ke publik. Adapun foto yang ditampilkan, menurut polisi berdasarkan face recognition yang terdata di Dukcapil.

Mengenal Teknologi Face Recognition

Dirangkum detikINET dari berbagai sumber, Rabu (13/4/2022) teknologi face recognition adalah sebuah teknologi pengenal wajah yang memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk mengenali wajah-wajah orang yang sudah terdaftar di database-nya.

Singkatnya, dengan fitur face recognition, kamera bisa mengenali siapa kita dari data yang mereka simpan baik dalam cloud server maupun penyimpanan lainnya.

Teknologi face recognition adalah salah satu jenis sistem identifikasi biometrik. Sistem ini mengidentifikasi seseorang dengan fitur-fitur khusus pada tubuh maupun DNA yang membedakan satu orang dengan orang lainnya. Contoh identifikasi biometrik lainnya adalah fingerprint atau sidik jari, retina scanning, iris scanning, serta voice recognition.

Cara kerja face recognition

Prinsip kerja face recognition sebenarnya sangat sederhana dan mudah dimengerti. Kamera dan kecerdasan buatan akan melakukan scan wajah terhadap orang secara mendetail.

Scan ini akan menyimpan semua data mulai dari bentuk mata, rahang, bibir, mulut, hidung, ukuran wajah, dan lain-lain yang ada di dalam wajah orang tersebut. Kemudian, datanya disimpan di dalam server khusus milik perusahaan atau pemilik face recognition ini.

Nantinya, setiap kali wajah orang yang datanya sudah di-scan melewati atau melakukan lagi scan di kamera dengan data base yang sama, data mereka akan muncul dan diverifikasi.

Ada empat hal yang dibutuhkan untuk melakukan facial recognition, yaitu kamera, faceprint, database, algoritma untuk membandingkan faceprint dari wajah target dengan faceprint dalam database.

Setelah keempat hal itu terpenuhi, kita bisa mulai melakukan facial recognition melalui setidaknya tiga tahapan:

1. Detection. Sistem akan mengekstraksi pola dalam sebuah gambar lalu membandingkannya. Jika polanya sama, sistem akan mengasumsikan bahwa ada wajah dalam gambar tersebut

2. Faceprint creation. Faceprint adalah 'cetakan' atau 'model' wajah. Untuk membuat faceprint, ada dua cara yang biasanya dilakukan, yaitu:

  • Pendekatan geometris (geometric approach), dengan mengukur jarak dan relasi spasial antara fitur wajah seperti titik pusat mata, bagian ujung hidung, atau garis bibir untuk mengenali wajah.
  • Pendekatan fotometrik (photometric approach), dengan menganalisis foto dan membandingkannya dengan database untuk mengenali identitas seseorang berdasarkan statatistiknya.
  • Analisis tekstur wajah (skin texture analysis), dengan memetakan lokasi unik pori-pori, garis, atau bercak pada kulit yang berbeda antara seseorang dengan yang lainnya.

3. Verifikasi atau identifikasi. Verifikasi berbeda dengan identifikasi. Jadi, outputnya juga akan berbeda. Gambarannya seperti ini:

  • Verifikasi (atau autentikasi). Cara ini membandingkan input foto wajah dengan data foto pengguna yang membutuhkan autentikasi. Contohnya ketika unlock smartphone dengan wajah, kalian perlu memasukkan data wajah atau foto kalian terlebih dahulu untuk disimpan dalam smartphone. Saat kalian mengarahkan kamera ke wajah, akses smartphone baru akan terbuka.
  • Identifikasi. Input foto wajah dibandingkan dengan seluruh foto wajah yang ada dalam dataset untuk menemukan orang yang cocok dengan input foto tersebut. Misalnya seperti dalam kasus pengeroyokan Ade Armando ini. Polisi membandingkan foto yang beredar di media sosial dengan database wajah penduduk di Dukcapil.

Selanjutnya: Pro Kontra Face Recognition

Simak Video 'Polisi Ungkap Alasan Tersangka Keroyok Ade Armando':

[Gambas:Video 20detik]