lmuwan Bikin Daging Buatan untuk Stok Pangan di Bulan dan Mars

lmuwan Bikin Daging Buatan untuk Stok Pangan di Bulan dan Mars

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 12 Apr 2022 05:44 WIB
Daging artifisial
Foto: Aleph Farms
Jakarta -

Jika manusia ingin hidup di Bulan dan Mars suatu hari nanti, kita harus menemukan cara menanam makanan sendiri, termasuk membuat daging buatan untuk stok pangan.

Para astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dapat segera menikmati hidangan steak yang lezat, jika mereka dapat menyempurnakan teknologi budidaya daging buatan dari sel daging sapi dalam gaya berat mikro.

Dikutip dari Daily Mail, Selasa (12/4/2022) itu hanyalah salah satu eksperimen ilmiah yang dilakukan oleh tiga astronaut amatir yang akan diluncurkan ke observatorium orbit hari ini untuk misi pariwisata luar angkasa pertama NASA.

Daging artifisialFoto: Aleph Farms

Investor dan filantropis Kanada Mark Pathy, pengusaha AS Larry Connor, dan mantan pilot Angkatan Udara Israel Eytan Stibbe dilaporkan telah membayar masing-masing USD 55 juta untuk perjalanan tersebut.

Selama delapan hari tinggal di ISS, ketiganya akan berusaha menghasilkan daging yang selembut dan berair seperti yang biasa dibeli di tukang daging di Bumi.

Itu karena bagian dari muatan yang akan meluncur ke luar angkasa, turut membawa serta sel-sel sapi untuk ditumbuhkan dalam gaya berat mikro, dan diubah menjadi jaringan otot seperti yang ditemukan dalam daging steak.

Perusahaan teknologi pangan Israel di balik ide tersebut, Aleph Farms, adalah pelopor dalam budidaya steak daging sapi yang ditanam di laboratorium.

Pada tahun 2019, perusahaan tersebut memproduksi steak ribeye 3D-bioprinted pertama di dunia, dan pada bulan September tahun itu juga terlibat dalam keberhasilan menumbuhkan daging buatan di luar angkasa untuk pertama kalinya.

Daging artifisialSteak ribeye 3D-bioprinted pertama di dunia. Foto: Aleph Farms

Pada kesempatan ini, para ilmuwan, dengan bantuan Stibbe di ISS akan berupaya memproduksi steak tanpa bantuan bioprinting, alih-alih hanya mengalikan dan membedakan sel-sel daging sapi sebagai bagian dari proses alami.

Kepala penelitian ruang angkasa di Aleph Farms Dr Zvika Tamari mengatakan bahwa perusahaan mereka punya dua tujuan: menyediakan steak bagi para pelancong luar angkasa di Bulan atau Mars, dan untuk mengembangkan pasar daging sapi murah di Bumi.

"Untuk menghasilkan steak dari daging sapi sungguhan, Anda harus memelihara sapi selama 2-3 tahun, memberi mereka banyak makan, Anda membutuhkan banyak lahan, banyak air tawar dan sumber daya alam," katanya.

"Kami dapat memproduksi steak yang enak, bergizi, dan lezat di mana pun, bahkan di tempat yang paling terpencil dalam waktu sekitar tiga minggu, dan tempat lebih jauh seperti luar angkasa dengan lingkungan yang keras tanpa sumber daya alam," sambungnya.

Dr Tamari kemudian menjelaskan bagaimana proses pembuatan daging artifisial. Ilmuwan mengambil sel-sel sapi yang dibutuhkan, lalu menumbuhkannya di reaktor bio. Sel ini kemudian berkembang biak dan mendiversifikasi massa seluler.

"Ini kemudian mengubahnya menjadi berbagai jenis sel yang ada di daging steak, yang merupakan sel otot terutama sel adiposa atau lemak dan sel kolagen yang sangat elastis. Kami mengambil sel yang kami tanam dan membuatnya menjadi jaringan yang menyerupai steak yang biasa Anda makan. Itulah yang akan kita lakukan di ISS," jelasnya.

Dr Tamari mengatakan industri luar angkasa sedang mengalami perubahan yang cukup besar dengan privatisasi kegiatan luar angkasa dan kebangkitan perusahaan yang didirikan para miliarder seperti SpaceX dan Blue Origin.

Di masa depan, kita akan melihat ada lebih banyak misi luar angkasa yang meluncur. Sebut saja NASA yang punya misi Artemis menuju Bulan di akhir dekade ini, visi jangka panjang mendirikan pangkalan manusia di permukaan Bulan, serta perjalanan ke Mars. Aleph Farms dalam hal ini memposisikan dirinya untuk memasok makanan bagi para astronaut sebagai bagian dari misi NASA.

Dr Tamari mengatakan teknologi perusahaannya dapat memungkinkan orang yang tinggal di Bulan atau memulai perjalanan selama sembilan bulan ke Mars bisa membuat steak daging segar yang lezat dan bergizi, lengkap dengan semua mineral dan vitamin yang mungkin mereka butuhkan.

Saat ini, katanya, sangat mahal untuk mengangkut makanan segar ke ISS dari Bumi. Mengangkutnya ke luar angkasa hampir tidak mungkin, artinya sains harus menemukan solusi bagi manusia untuk memberi makan diri mereka sendiri dalam misi semacam itu.



Simak Video "Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Kulon Progo Tembus Rp 150.000 per Kg"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)