Ada Letusan di Matahari, Ini Dampaknya di Bumi

ADVERTISEMENT

Ada Letusan di Matahari, Ini Dampaknya di Bumi

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 31 Mar 2022 05:46 WIB
Badai Matahari akan hantam bumi
Foto: Dok. REUTERS/NASA/SDO/Handout
Jakarta -

Setidaknya 17 letusan dari satu bintik Matahari telah meledak dan menyembur ke luar angkasa dalam beberapa hari terakhir. Semburan ini termasuk beberapa partikel bermuatan yang berpotensi menyebabkan badai Matahari yang mengenai Bumi.

Letusan Matahari tersebut berasal dari bintik Matahari yang terlalu aktif, disebut AR2975. Bintik ini telah mengeluarkan flare sejak Senin (28/3). Di beberapa wilayah di Bumi, siap-siap akan kedatangan fenomena aurora.

Bintik Matahari adalah letusan pada Matahari yang terjadi ketika garis magnet berputar dan tiba-tiba sejajar kembali di dekat permukaan yang terlihat. Terkadang, ledakan ini dikaitkan dengan coronal mass ejections (CMEs) atau aliran partikel bermuatan yang melesat ke luar angkasa.

Solar Dynamics Observatory NASA yang kuat menangkap pemandangan menakjubkan dari letusan Matahari, seperti halnya Solar and Heliospheric Observatory.

"Letusan telah melemparkan setidaknya dua, mungkin tiga, CME ke Bumi," demikian laporan SpaceWeather seperti dikutip dari Space.com, Kamis (31/3/2022).

NASA memperkirakan CME pertama akan tiba pada Kamis (31/3) dan yang lainnya pada Jumat (1/4). Pemodelan menunjukkan bahwa partikel dapat menghasilkan akibat di Bumi beruoa badai geomagnetik G2 atau G3 (sedang), meskipun aurora (cahaya utara dan cahaya selatan) sangat sulit diprediksi.

Tahun 2022 diperkirakan relatif sepi aktivitas Matahari secara keseluruhan, karena kita masih menuju awal siklus aktivitas Matahari 11 tahun yang dimulai pada Desember 2019.

Awal siklus biasanya memiliki lebih sedikit bintik Matahari dan lebih sedikit letusan. Aktivitas akan meningkat saat kita mendekati puncaknya, diperkirakan pada pertengahan 2025.

Para ilmuwan memperdebatkan seberapa kuat siklus Matahari saat ini, meskipun perkiraan sejauh ini menunjukkan bahwa jumlah rata-rata bintik Matahari mungkin lebih rendah dari biasanya.

Meskipun kemungkinan badai ini hanya sedang, NASA dan badan antariksa lainnya mengawasi aktivitas Matahari untuk meningkatkan prediksi cuaca Matahari. Suar kuat yang mengarah ke Bumi, bersama dengan CME yang besar, dapat menyebabkan masalah seperti merusak saluran listrik atau menonaktifkan satelit.



Simak Video "Satelit SpaceX Jatuh dari Orbit Usai Dihantam Badai Matahari"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT