Mikroplastik Ditemukan di Pembuluh Darah Manusia untuk Pertama Kalinya

Mikroplastik Ditemukan di Pembuluh Darah Manusia untuk Pertama Kalinya

ADVERTISEMENT

Mikroplastik Ditemukan di Pembuluh Darah Manusia untuk Pertama Kalinya

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 27 Mar 2022 07:45 WIB
Serpihan mikroplastik di Samudera Atlantik beratnya bisa 21 juta ton
Ilustrasi sampah plastik. Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Pencemaran plastik sudah demikian parahnya, hingga meracuni tubuh. Untuk pertama kalinya, ditemukan mikroplastik mengalir di pembuluh darah manusia.

Dalam jurnal Environment International, ilmuwan dari Vrije Universiteit Amsterdam mengembangkan metode untuk mengukur konsentrasi mikroplastik dalam darah manusia secara akurat untuk pertama kalinya.

Seperti yang mereka duga, penelitian ini menunjukkan bahwa mikroplastik yang mencemari darat, laut, dan udara, berakhir di aliran darah manusia. Tim menguji darah 22 orang untuk lima jenis plastik yang umum digunakan, dan menemukan bahwa 17 sampel (77%) mengandung sejumlah kecil mikroplastik.

Polietilen tereftalat (PET), polietilen, dan polimer stirena adalah jenis plastik yang paling umum ditemukan dalam sampel darah, diikuti oleh polimetil metakrilat. Ini adalah jenis plastik yang kita temukan di mana-mana, mulai dari botol minuman dan tas belanja hingga kemasan makanan dan peralatan makan sekali pakai.

Dikutip dari IFL Science, jumlah plastik dalam aliran darah sangat kecil, sebanding dengan satu sendok teh plastik dalam 1.000 liter darah. Tetapi itu cukup untuk menimbulkan kekhawatiran bahwa bahan tersebut akan berdampak pada kesehatan kita.

"Kami sekarang telah membuktikan bahwa aliran darah kita, sungai kehidupan kita, memiliki plastik di dalamnya," kata Marja Lamoree, penulis studi dan ahli ekotoksikologi dari Vrije Universiteit Amsterdam.

"Data ini adalah yang pertama dari jenisnya dan harus diperluas untuk mendapatkan wawasan tentang seberapa luas polusi plastik di tubuh manusia, dan seberapa berbahayanya itu. Dengan wawasan ini, kami dapat menentukan apakah paparan partikel plastik menimbulkan ancaman bagi kesehatan masyarakat," sebutnya.

Mengomentari penelitian tersebut, para ilmuwan independen yang bekerja di lapangan telah memuji pekerjaan tersebut. Mereka mengatakan penelitian tersebut sangat menarik dan "kuat", meskipun ukuran sampelnya kecil.

Tubuh manusia nyatanya memang penuh dengan mikroplastik. Penelitian pada tahun 2020 menunjukkan bahwa mikroplastik dan nanoplastik dapat ditemukan di organ dan jauh di dalam jaringan manusia. Bahan ini juga produktif di kotoran kita.

Efek mikroplastik pada kesehatan manusia tidak sepenuhnya dipahami oleh sains dan bukti yang lebih luas tentang toksisitas mikroplastik dalam makanan manusia juga cukup sedikit.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO saat ini mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan masalah kesehatan manusia yang disebabkan mikroplastik dalam air minum, meskipun mereka mencatat hal ini didasarkan pada terbatasnya informasi yang tersedia saat ini.

Namun, dengan semakin banyaknya penelitian yang menemukan bahwa mikroplastik dapat ditemukan di setiap sudut dan celah tubuh kita, ini adalah pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang jelas sesegera mungkin.



Simak Video "Inovatif! Satpam Ini Sulap Sampah Plastik Jadi BBM"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT