Elon Musk Punya Mobil Tesla, RI Punya Mobil Otonom MEVi-TDS

ADVERTISEMENT

Elon Musk Punya Mobil Tesla, RI Punya Mobil Otonom MEVi-TDS

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 17 Feb 2022 06:14 WIB
Mobil Listrik Racikan BRIN
Elon Musk Punya Mobil Tesla, RI Punya Mobil Otonom MEVi-TDS. Foto: Bima Bagaskara
Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) mengembangkan moda transportasi tanpa pengemudi yang ramah lingkungan, MEVi-TDS. Wah, bakal saingi mobil Tesla kepunyaan Elon Musk?

MEVi-TDS singkatan dari Micro Electric Vehicle-Teleoperated Driving System. Secara desain, kendaraan ini memang tidak sebesar Tesla, tetapi BRIN mengatakan bahwa MEVi-TDS ini simply futuristic.

Pengembangan kendaraan listrik sebelumnya difokuskan pada penguasaan teknologi komponen kunci seperti motor listrik, battery, control system/power electronics, platform dan charging system.

"Sedangkan Prioritas Riset Nasional (PRN) Kendaraan Listrik 2020-2024 berfokus pada penguasaan teknologi kunci kendaraan otonom, seperti sistem deteksi objek/sensor, sistem telekomunikasi, human to vehicle interaction, computer vision, dan sebagainya," ujar Kepala Organisasi Riset IPT BRIN, Budi Prawara dalam siaran persnya.

MEVi-TDC dirancang sebagai kendaraan dengan kapasitas satu penumpang, di mana itu akan menjadi tren di masa depan, khususnya di perkotaan.

"Secara global, kendaraan listrik masa depan untuk perkotaan memang dirancang untuk satu atau dua penumpang. Kendaraan ini disebut sebagai micro electric vehicle," jelas Plt Kepala Pusat Tenaga Listrik dan Mekatronik, Haznan Abimanyu

Dilengkapi empat buah lampu LED di bagian depan, lampu rem berbentuk oval di bagian belakang, serta 6 lampu LED membentuk segitiga sebagai lampu sein. Di bagian kap atas, ditambahkan lampu rotator berwarna amber yang akan menyala sebagai alarm jika terjadi kegagalan fungsi dari teleoperation.

Kendaraan ini punya dimensi bodi 1.475 x 990 x 1.475 mm dengan bobot sekitar 80 kg. MEVi-TDS memakai velg berukuran 8 inch, jarak sumbu roda 1.150 mm dengan ground clearence 70 mm.

MEVi-TDS dilengkapi baterai lithium ion 48 volt 12 Ah. Disebabkan hanya menggunakan baterai 12 Ah, maka maksimal dikemudikan sekitar 46 menit untuk pemakaian dengan kecepatan maksimal 10,88 km per jam.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) mengembangkan moda transportasi tanpa pengemudi yang ramah lingkungan, MEVi-TDS.Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) mengembangkan moda transportasi tanpa pengemudi yang ramah lingkungan, MEVi-TDS. Foto: BRIN

BRIN menyebutkan kapasitas baterai akan ditingkatkan, tetapi kecepatan maksimal MEVi - TDS untuk saat ini tidak akan dinaikkan karena kendaraan ini tanpa pengemudi.

MeVi - TSD menggunakan motor BLDC (motorbrushless dc) 750 Watt, tenaga 1 HP, torsi 2,36 Nm yang mampu mengangkat beban hingga 600 Kg. MEVi - TDS juga dilengkapi dengan 6 sensor ultrasonik sebagai sensor jarak, sensor IMU untuk mengetahui orientasi kendaraan, GPS untuk mengetahui posisi secara tepat dan 4 buah kamera yang berfungsi sebagai vision.

Pusat pengendali sebagai pemroses data di MEVi - TDS menggunakan Nvidia Jetson AGX Xavier yang akan berkomunikasi dengan workstation di command station menggunakan jaringan WiFi AC (IEEE 802.11ac). Topologi infrastruktur telekomunikasi yang digunakan adalah topologi jaringan wireless multihop.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) mengembangkan moda transportasi tanpa pengemudi yang ramah lingkungan, MEVi-TDS.Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) mengembangkan moda transportasi tanpa pengemudi yang ramah lingkungan, MEVi-TDS. Foto: BRIN

Di sisi command station, beberapa perangkat keras digunakan untuk memberi komando kepada kendaraan. Dengan menggunakan workstation dilengkapi GPU yang digunakan untuk memproses kiriman data dari kendaraan.

"Selain itu dilengkapi juga simulator lengkap dengan driving force wheel-nya serta memakai 3 monitor yang ditopang oleh free standing triple monitor stand," tutur Haznan.

Pada riset kendaraan otonom ini, bagian yang paling krusial adalah ketika para peneliti melakukan integrasi antara sistem mekanik atau elektrik dengan sistem deteksi objek berbasis LIDAR, RADAR atau kamera, serta sistem telekomunikasi, sehingga dapat berfungsi sebagai kendaraan otonom.

Mobil otonom dengan single atau double seater dapat digunakan di area terbatas atau kawasan khusus saja, misalnya kebun raya, objek wisata, perumahan, industri, atau perkantoran.



Simak Video "Alasan BRIN Batalkan Rencana Renovasi Rp 6,1 M Ruang Kerja Dewan Pengarah"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT