Mengenal Batu Andesit yang Picu Konflik Lahan di Desa Wadas

ADVERTISEMENT

Mengenal Batu Andesit yang Picu Konflik Lahan di Desa Wadas

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 11 Feb 2022 18:45 WIB
Lokasi penemuan struktur batu andesit diduga candi di lereng Gunung Merapi-Merbabu
Batu andesit. Foto: Eko Susanto/detikcom
Jakarta -

Konflik lahan di desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, ikut menyoroti batu andesit. Jenis batuan ini mengundang rasa penasaran publik mengenai asal usul dan kegunaannya.

Apa Itu Batu Andesit

Dikutip dari Geology.com, andesit adalah nama keluarga batuan beku ekstrusif (batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung di permukaan Bumi) berbutir halus yang biasanya berwarna abu-abu terang hingga gelap.

Batuan ini memiliki komposisi mineral menengah di antara granit dan basal. Andesit adalah batuan yang biasanya ditemukan di gunung berapi di atas batas lempeng konvergen antara lempeng benua dan samudera.

Andesit biasanya ditemukan di aliran lava yang dihasilkan oleh stratovolcanoes di atas zona subduksi. Karena lava ini mendingin dengan cepat di permukaan, mereka umumnya terdiri dari kristal kecil. Butiran mineral biasanya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan jelas tanpa menggunakan lensa tangan atau alat pembesar lainnya.

Beberapa spesimen yang mendingin dengan cepat mengandung sejumlah besar kaca, sementara yang lain yang terbentuk dari lava bermuatan gas memiliki tekstur vesikular atau amigdaloidal.

Kandungan Batu Andesit

Andesit sering mengalami pelapukan hingga menjadi berbagai warna coklat. Di lapangan, spesimen yang lapuk harus dipecah untuk melihat warna dan komposisi mineralnya dengan baik. Spesimen kelas biasanya tidak memerlukan kerusakan.

Batu ini kaya akan mineral plagioklas feldspar dan amphibole. Mineral kuarsa dan piroksen mungkin tidak ada atau ada dalam jumlah kecil. Sejumlah kecil mika akan hadir sebagai biotit atau muskovit. Andesit biasanya tidak mengandung olivin.

Asal Batu Andesit

Andesit adalah batuan umum dari kerak benua di atas zona subduksi, yaitu zona terjadinya proses geologi wilayah kerak Bumi di mana terdapat pada batas dua lempeng tektonik litosfer, lempeng dengan kerak samudra yang lebih tipis menunjam ke bawah lempeng yang dengan kerak benua yang lebih tebal secara konvergen.

Mereka umumnya terbentuk setelah lempeng samudra mencair saat turun ke zona subduksi untuk menghasilkan sumber magma. Andesit adalah batuan berbutir halus yang terbentuk ketika magma meletus ke permukaan dan mengkristal dengan cepat.

Andesit memiliki komposisi antara basal dan granit karena magma induknya terbentuk dari pencairan sebagian lempeng samudra basaltik. Magma ini mungkin mendapatkan granit dengan melelehkan batuan granit saat naik atau bercampur dengan magma granit.

Negara-negara yang Punya Andesit

Nama andesit sendiri berasal dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan. Di Pegunungan Andes, batuan terjadi sebagai aliran lava interbedded dengan abu dan tufa deposito di sisi curam stratovolcanoes.

Stratovolcano andesit juga ditemukan di atas zona subduksi di Amerika Tengah, Meksiko, Washington, Oregon, Arc Aleutian Alaska, Jepang, Indonesia, Filipina, Karibia, dan Selandia Baru, di antara lokasi lainnya.

Andesit juga dapat terbentuk jauh dari lingkungan zona subduksi. Misalnya, dapat terbentuk di punggungan laut dan titik panas samudra dari pencairan sebagian batuan basaltik. Batu ini juga dapat terbentuk selama letusan di interior lempeng benua di mana magma sumber dalam melelehkan kerak benua atau bercampur dengan magma benua. Ada banyak lingkungan lain di mana andesit mungkin terbentuk.

Batu Andesit untuk Apa?

Penambangan batu andesit di Desa Wadas rencananya akan digunakan untuk membuat pondasi Bendungan Bener. Pemilihan batu andesit dikarenakan materialnya yang terbentuk dari magma, memiliki tekstur yang lebih seragam baik ukuran maupun massa dasarnya, materialnya juga lebih kokoh untuk dijadikan bahan bangunan.

"Andesit di Purworejo termasuk dalam batuan vulkanik. Magma yang keluar ke permukaan bumi bukan karena erupsi ekplosif tapi meleleh perlahan keluar melalui rekahan atau sesar di batuan," katanya Peneliti Geologi di Pusat Riset Oseanografi-BRIN Yunia Witasari seperti dikutip dari CNN Indonesia.

"Andesit yang berasal dari pembekuan magma lebih bagus untuk dijadikan tegel dan bahan batu dekorasi. Kalau andesit dari erupsi vulkanik lebih banyak dipakai untuk bahan bangunan," jelasnya.

Rencana pendirian tambang batu andesit di Desa Wadas mendapat penolakan dari warga terkait dampaknya yang signifikan terhadap lingkungan. Warga yang menolak pendirian tambang batu andesit khawatir tambang tersebut akan merusak sumber mata air dan sawah.

Lantaran sebagian besar mata pencaharian mereka adalah petani, warga setempat khawatir pendirian tambang akan menghilangkan kehidupan di Wadas.

Simak Video 'Kapolda Jateng Perintahkan Aparat Keluar dari Desa Wadas':

[Gambas:Video 20detik]



(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT