Charging HP Saat Tidur dapat Sebabkan Obesitas dan Diabetes

ADVERTISEMENT

Charging HP Saat Tidur dapat Sebabkan Obesitas dan Diabetes

Adi Fida Rahman - detikInet
Kamis, 10 Feb 2022 08:15 WIB
Ilustrasi handphone
Foto: Techrum
Jakarta -

Sebuah laporan dari ilmuwan Inggris mengungkap pengisian daya handphone di kamar tidur akan memengaruhi sekresi melatonin dalam tubuh manusia.

Sang ilmuwan mengatakan lingkungan tidur yang gelap kondusif untuk produksi melatonin tubuh. Ini dapat meningkatkan metabolisme manusia dan meningkatkan kualitas tidur.

Jika seseorang mengisi daya HP atau tablet di kamar tidur, maka akan mempengaruhi sekresi melatonin dalam tubuh. Akibat dari hal ini akan terjadi ketidakseimbangan metabolisme, dan memicu timbulnya obesitas dan penyakit diabetes.

Studi tersebut mengklaim bahwa dalam keadaan siaga, nilai radiasi elektromagnetik ponsel adalah 2,3 miligauss. Ini meningkat menjadi 3,4 miligauss setelah menyalakan pengisian daya.

Selain itu, nilai radiasi elektromagnetik ponsel pada jarak 5 cm, 10 cm, dan 15 cm masing-masing adalah 1, 0,5, dan 0,3 miliGauss.

Kita dapat melihat bahwa nilai radiasi ponsel berbeda dalam dua kondisi yang berbeda yaitu standby dan on. Semakin jauh dari ponsel, semakin kecil nilai radiasi elektromagnetiknya.

Oleh karena itu, para peneliti menyarankan kamu untuk mematikan ponsel saat tidur. Jika tidak bisa, jangan bawa ponsel ke kamar tidur, apalagi taruh di kamar tidur untuk di-charging atau ditaruh di samping bantal.

Ketika smartphone sedang diisi, itu akan menghasilkan sejumlah kecil radiasi elektromagnetik. Ini menghasilkan radiasi bahkan jika kita tidak menggunakan perangkat. Selanjutnya, kamu juga disarankan mencabut peralatan rumah tangga lainnya sebelum tidur.

Charging HPCharging HP Foto: undefined

Temuan ilmuwan Inggris ini sejatinya bukan sesuatu yang baru. Kembali pada tahun 2014, para peneliti dari Universitas Granada dan kemudian para ahli di Universitas Manchester melakukan penelitian tentang hal tersebut. Mereka berdua sepakat bahwa menggunakan komputer atau HP di malam hari dapat menyebabkan obesitas.

"Tiga jam paparan cahaya biru terus menerus di malam hari sangat memengaruhi rasa lapar dan metabolisme glukosa. Kami tertarik pada bagaimana perubahan tidur dapat berkontribusi pada diabetes dan obesitas. Kami juga menguji untuk melihat apakah tidur yang lebih baik memiliki efek positif pada penyakit seperti diabetes. dan obesitas," ujar Ivy Cheung, dari Northwestern University, Chicago, AS seperti dikutip dari Gizchina.

"Ada penelitian yang menunjukkan bahwa kita biasanya tidur di malam hari saat gelap dan tubuh akan mengeluarkan melatonin. Saat matahari terbit melatonin akan berkurang. Siklus terang-gelap ini sangat bagus bagi tubuh kita untuk mengantisipasi perubahan lingkungan Jadi jika Anda mulai tidur lebih pendek atau mendapatkan cahaya yang tidak tepat saat larut malam, itu mengacaukan sekresi melatonin dan itu dapat berkontribusi pada perubahan metabolisme," tandasnya.



Simak Video "Samsung dan Apple Rajai Penjualan Smartphone Q2 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT