Perjalanan Luar Angkasa Bikin Astronaut Menderita Anemia

ADVERTISEMENT

Perjalanan Luar Angkasa Bikin Astronaut Menderita Anemia

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 23 Jan 2022 18:38 WIB
IN SPACE - FEBRUARY 28:  In this handout image provided by NASA, NASA astronaut Alvin Drew waves as he participates in the missions first session of extravehicular activity (EVA) as construction and maintenance continue on the International Space Station February 28, 2011 in Space. During the six-hour, 34-minute spacewalk, Steve Bowen and Drew installed the J612 power extension cable, move a failed ammonia pump module to the External Stowage Platform 2 on the Quest Airlock for return to Earth at a later date, installed a camera wedge on the right hand truss segment, installed extensions to the mobile transporter rail and exposed the Japanese
Perjalanan Luar Angkasa Bikin Astronaut Menderita Anemia. Foto: GettyImages
Jakarta -

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa kehidupan di luar angkasa berdampak buruk pada fisik astronaut. Salah satunya, membuat mereka menderita anemia.

Sejak misi pertama luar angkasa, kru astronaut kembali ke Bumi dengan anemia, yaitu kondisi tubuh kekurangan sel darah merah yang cukup untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh.

Pakar kesehatan bingung bagaimana ini terjadi. Namun sebuah studi baru yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature dan didanai badan antarika nasional Kanada, CSA, mengungkapkan sebuah mekanisme yang berkontribusi pada kondisi yang berpotensi berbahaya ini.

Dikutip dari Pop Science, dari lebih dari 35 triliun sel darah merah dalam tubuh manusia dewasa yang sehat, setidaknya 2 juta di antaranya diciptakan dan dihemolisis atau dihancurkan setiap detik.

Tapi di luar angkasa, sekitar 3 juta sel darah merah dihancurkan setiap detik, menyebabkan astronaut kehilangan sekitar 54% lebih banyak sel darah dibandingkan ketika mereka berada di Bumi.

"Karenanya, ketika astronaut kembali ke Bumi, mereka akan diperlakukan seperti orang yang cedera. Kami ingin tahu seberapa cepat mereka pulih, dan seberapa lengkap pemulihannya," kata penulis utama studi Guy Trudel, dokter rehabilitasi dan peneliti di Ottawa Hospital dan profesor di University of Ottawa.

Anemia jangka panjang

Awalnya, anemia ini diperkirakan hanya sementara karena ditandai dengan penurunan 10 hingga 12% jumlah sel darah merah selama 10 hari pertama astronaut di luar angkasa. Saat itu, cairan tubuh bergeser untuk menyesuaikan diri.

Tetapi penelitian Trudel mengungkapkan bahwa proses ini tidak berhenti di luar angkasa. Anemia sebenarnya berlanjut selama enam bulan ke depan.

Trudel dan timnya pertama kali mendemonstrasikan penyebab anemia di ruang angkasa, tetapi menciptakan metode yang berbeda dari penelitian sebelumnya, yang menganalisis sampel darah dan suntikan radioaktif. Sebagai gantinya, timnya menganalisis sampel napas dan darah.

"Hanya mengambil darah tidak cukup untuk mengetahui tentang kehancuran sel darah, dan itulah mengapa pengetahuan ini disembunyikan begitu lama," katanya.

Antara tahun 2015 hingga 2020, sampel dikumpulkan dari 14 astronaut (11 pria dan 3 wanita) sebelum mereka meninggalkan Bumi, selama mereka tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), dan sekali lagi ketika mereka kembali ke Bumi.

Tim Trudel mengukur konsentrasi molekul karbon monoksida yang tertinggal dalam napas astronaut saat darah terdegradasi, menunjukkan peningkatan penghancuran sel darah merah dalam tubuh.

Mereka menemukan bahwa penghancuran ini, atau hemolisis, adalah efek utama dari gaya berat mikro, yang menunjukkan bahwa anemia disebabkan oleh lingkungan astronaut.

Meskipun spesimen dikumpulkan dari astronaut dalam misi enam bulan, para peneliti beralasan bahwa misi luar angkasa yang lebih lama dapat menyebabkan anemia yang lebih parah.

Hampir 25% dari populasi sudah memiliki beberapa bentuk anemia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO. Penemuan terbaru ini dapat digunakan untuk menegakkan persyaratan kesehatan yang lebih ketat untuk astronaut yang ditugaskan pada misi berawak lebih lama, dan individu yang tertarik untuk mendaftar wisata luar angkasa.



Simak Video "Cara China Pastikan Kesehatan Mental Astronaut Saat Misi Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT