Jalan Raya Kuno di Arab Saudi Ungkap Misteri Awal Timur Tengah

Jalan Raya Kuno di Arab Saudi Ungkap Misteri Awal Timur Tengah

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 18 Jan 2022 21:15 WIB
Jalan raya kuno Arab Saudi
Foto: AAKSAU/AAKSAK and Royal Commission for AlUla
Jakarta -

Di tempat yang sekarang menjadi Arab Saudi, para arkeolog menemukan jaringan jalan raya yang hilang. Jalan raya ini ditandai keberadaan makam manusia yang menghubungkan satu oasis ke oasis lainnya.

Ribuan tahun lalu, jalan-jalan ini membawa orang suku Badawi atau Badui dan hewan mereka mengakses sumber air, dipandu melalui jalan nenek moyang mereka.

"Jalan pemakaman adalah jaringan jalan raya utama pada zaman mereka, dan menunjukkan bahwa populasi yang tinggal di Semenanjung Arab 4.500 tahun yang lalu jauh lebih terhubung secara sosial dan ekonomi satu sama lain dibandingkan yang kita duga sebelumnya," kata arkeolog Matthew Dalton dari University of Western, Australia, dikutip dari Science Alert.

Ruang pemakaman berlapis batu seperti yang ditemukan di Arab Saudi cukup umum d seluruh Jazirah Arab. Namun di wilayah barat laut Arabia, ruang pemakaman ini jauh lebih terkonsentrasi.

Selama dekade terakhir, citra satelit telah mengungkapkan sebuah wilayah yang dipenuhi ribuan struktur batu berbentuk seperti liontin, baik yang mengapit jalan kuno di padang pasir atau mengarah ke sana.

Gambar di bawah ini membandingkan kedua pengaturan jalan yang dibuat secara berdampingan.

Jalan raya kuno Arab SaudiFoto: AAKSAU/AAKSAK and Royal Commission for AlUla

Di sebelah kiri, kalian bisa lihat serangkaian gundukan batu bercincin dan struktur "liontin" berekor yang membatasi jalan kuno.

Sedangkan di sebelah kanan adalah medan yang lebih jarang, dihiasi oleh berbagai jenis struktur gantung, yang semuanya sejajar dengan serangkaian jalan di antaranya, yang mengarah ke sumber air. Semakin dekat jalan ke oasis, semakin terkonsentrasi struktur sekitarnya.

Menggunakan citra satelit dan penyelidikan di lapangan, para arkeolog yang bekerja di Arab Saudi mengidentifikasi "kepadatan luar biasa monumen pemakaman prasejarah". Arkeolog menyebutkan, tidak ditemukan yang seperti ini di tempat lain.

Di satu daerah saja, yang dikenal sebagai Khaybar, para peneliti menghitung hampir 10.000 struktur pemakaman batu kering, dan sebagian besar terletak di dekat sumber air permanen.

"Oasis-oasis ini, terutama Khaybar, memamerkan beberapa monumen pemakaman terpadat yang dikenal di seluruh dunia," kata Dalton.

"Jumlah makam Zaman Perunggu yang dibangun di sekitar mereka menunjukkan bahwa populasi ini sudah mulai menetap lebih permanen di lokasi yang menguntungkan ini," sambungnya.

Di bawah ini adalah contoh di al Ha'it Oasis.

Jalan raya kuno Arab SaudiFoto: AAKSAU/AAKSAK and Royal Commission for AlUla

Ketika memeriksa oasis satu per satu lebih dekat, para peneliti mengidentifikasi jaringan jalur yang lebih kecil yang memancar keluar. Mereka menduga ini mungkin digunakan untuk memindahkan kawanan hewan di musim ketika curah hujan lebih tinggi.

Namun, selama kekeringan, jalan yang lebih jauh mungkin lebih berguna. Dengan memantul dari satu oasis atau musim semi gurun ke yang lain, Badui kuno dapat melintasi daerah yang jauh lebih besar untuk mencari tanah dan iklim yang lebih baik.

"Memang, dengan hanya mengikuti jaringan jalan pemakaman yang teridentifikasi, akan mungkin untuk melintasi sekitar 530 kilometer," kata para penulis penelitian ini.



Simak Video "Arab Saudi Kini Bebas Karantina dan Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)