Arkeolog Temukan Makam Keluarga Crazy Rich China Pada Zamannya

Arkeolog Temukan Makam Keluarga Crazy Rich China Pada Zamannya

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 11 Jan 2022 10:16 WIB
arkeologi
Foto: Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Anyang
Jakarta -

Penggalian yang dilakukan para arkeolog selama dua tahun akhirnya membuahkan hasil. Ditemukan sebuah pemakaman berusia 3.000 tahun yang berisi makam klan kaya China zaman dahulu kala.

Situs di Anyang, provinsi Henan, China ini, menurut Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Anyang, diperkirakan telah menjadi rumah bagi sebuah klan bernama "Ce" selama dinasti Shang.

Pemakaman klan ini ditemukan hanya 2,4 kilometer dari ibu kota kuno Yinxu, di mana reruntuhan istana dan kuil leluhur berada. Situs arkeologi tersebut berisi 18 fondasi bangunan, 24 makam, empat lubang kuda dan kereta, dan sejumlah peninggalan yang sangat utuh, termasuk barang-barang giok dan batu, dan barang-barang perunggu bertuliskan karakter "Ce."

"Dalam prasasti tulang, ada catatan tentang klan 'Ce'," kata Kong Deming, Direktur Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Anyang, merujuk pada bentuk tulisan China paling awal, di mana karakter diukir pada tulang hewan.

"Lambang klan 'Ce' muncul di banyak perunggu yang ditemukan di situs ini. Jadi kami percaya bahwa klan 'Ce' aktif di area ini," sambungnya.

Salah satu makam terbesar di situs itu tampaknya telah dirampok, sehingga tersisa hanya beberapa benda, seperti potongan tembikar yang ditemukan.

arkeologiFoto: Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Anyang

Namun di lubang lain, para arkeolog menemukan alat yang terbuat dari tulang dan cangkang kerang, serta lebih dari 20 set bejana ritual perunggu seperti piala, kuali, dan "jue" yang digunakan untuk menyajikan anggur hangat selama upacara.

Para arkeolog juga menemukan enam gerbong, serta sisa-sisa beberapa kuda dan orang-orang yang diyakini telah dikubur hidup-hidup, sebuah praktik umum pada zaman dinasti Shang, terutama bagi mereka yang berstatus tinggi seperti anggota keluarga kerajaan.

Banyak dari sisa-sisa peninggalan ini menampakkan dekorasi mewah yang menunjukkan bahwa klan itu sangat kaya. Beberapa orang yang terkubur ditemukan mengenakan topi dengan tali cangkang, dan kepala kuda mereka dihiasi dengan emas.

"Ini sangat langka di antara penemuan kuno Anyang, yang mencerminkan status dan kekuatan luar biasa dari pemilik kereta," kata Kong, dikutip dari Xinhua.

Penemuan lain di situs tersebut antara lain tangga di depan fondasi bangunan dan sisa-sisa dekoratif dinding bagian dalam, memberikan petunjuk tentang bagaimana rumah dinasti Shang dibangun dan dirancang.

Para peneliti percaya bahwa halaman dan makam tersebut dibangun pada akhir dinasti yang berakhir pada 1046 SM dan mengantarkan ke Zaman Perunggu China.

Pemakaman itu, kemungkinan besar telah dipugar dan digunakan kembali berkali-kali, tetapi ditinggalkan setelah Shang digulingkan. Para peneliti masih berusaha memastikan status sosial klan "Ce", bagaimana komunitas itu terstruktur dan apakah mereka memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan dinasti tersebut.



Simak Video "Sekuel 'Crazy Rich Asians' Segera Hadir dengan Penulis Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)