Ngotot ke Mars, Elon Musk Ramal Bumi Akan Jadi 'Neraka'

Ngotot ke Mars, Elon Musk Ramal Bumi Akan Jadi 'Neraka'

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 30 Des 2021 12:18 WIB
SpaceX CEO Elon Musk speaks after unveiling the Dragon V2 spacecraft in Hawthorne, California May 29, 2014. Space Exploration Technologies announced April 27, 2016, it will send uncrewed Dragon spacecraft to Mars as early as 2018, a first step in company founder Elon Musks goal to fly people to another planet. REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo
Elon Musk. Foto: REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo
Jakarta -

Elon Musk dengan perusahaannya SpaceX, berambisi segera membangun koloni manusia di Planet Mars. Ia telah beberapa kali menyebut alasannya, yang terbaru adalah Bumi akan menjadi terlalu panas.

Menurut pria yang juga memimpin Tesla ini, manusia akan mendarat di Mars paling lambat dalam waktu 10 tahun lagi. "Skenario terbaik adalah sekitar 5 tahun, terburuk 10 tahun," katanya dalam sebuah wawancara podcast.

Manusia terkaya dunia ini menyatakan SpaceX sedang intensif mengembangkan roket Starship yang akan membawa manusia ke Mars. Selain mesin yang kompleks, biayanya juga dipertimbangkan.

"Starship adalah roket paling canggih dan paling rumit yang pernah dibuat. Optimalisasinya adalah dengan meminimalisir ongkos per ton untuk mengorbit dan mendarat di permukaan Mars," sebutnya.

"Pada saat ini, Anda tidak bisa terbang ke Mars dengan 1 triliun dolar sekalipun, Anda tak bisa mendapat tiket ke Mars dengan biaya sebesar apapun. Jadi kita harus menerbangkannya," tambah Elon Musk.

Dikutip detikINET dari Independent, Kamis (30/12/2021) manusia menurutnya harus ke Mars karena Bumi akan menjadi terlalu panas untuk makhluk hidup pada sekitar 500 juta tahun lagi. Walaupun masih begitu lama, ia menegaskan persiapan harus dilakukan secepatnya.

"Bumi sudah ada sekitar 4,5 miliar tahun dan inilah pertama kalinya ada kemungkinan untuk mengembangkan kehidupan di luar Bumi. Pelaung itu mungkin akan terbuka dalam waktu lama, tapi bisa juga cuma pendek waktunya. Saya pikir adalah bijaksana bagi kita untuk beraksi secepatnya ketika masih terbuka jendela kesempatan," paparnya lagi.

Dalam wawancara podcast sebelumnya dengan New York Times, Musk menyatakan kepunahan adalah hal yang umum terjadi di planet ini. "Saya tidak mencoba menjadi suram di sini, tapi catatan fosil menunjukkan ada banyak peristiwa kepunahan dalam ribuan tahun," kata pria kelahiran Afrika Selatan ini.

"Dan semua (kepunahan) itu adalah dari meteor, gunung berapi super atau karena variasi natural iklim, yang menjadi sangat parah, tapi dalam kecepatan yang lambat bagi kita. Dan kemudian pada akhirnya, Matahari akan mengembang dan menelan Bumi," begitu peringatan Elon Musk.



Simak Video "SpaceX Luncurkan Penerbangan Komersial, Tiketnya Rp 790 Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)