Bumi Dibuatkan "Black Box" Buat Rekam Penyebab Kiamat

ADVERTISEMENT

Bumi Dibuatkan "Black Box" Buat Rekam Penyebab Kiamat

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 07 Des 2021 06:12 WIB
black box bumi
Bumi Dibuatkan
Jakarta -

Bukan hanya pesawat yang punya black box atau kotak hitam. Bumi pun bakal punya hal serupa. Sebuah black box kokoh akan dibangun di atas dataran granit di pantai barat Tasmania, Australia pada awal 2022.

Sama seperti black box pesawat yang isinya mengungkap penyebab kecelakaan pesawat, "kotak hitam" Bumi ini punya misi mencatat dan merekam setiap langkah yang manusia ambil yang mengakibatkan bencana iklim. Rekaman ini akan memberikan catatan bagi peradaban masa depan untuk memahami apa yang menyebabkan kerusakan Bumi.

Proyek yang dipimpin oleh perusahaan komunikasi pemasaran Clemenger BBDO ini bekerja sama dengan peneliti dari University of Tasmania. Sejauh ini, black box tersebut masih dalam versi Beta dan mulai mengumpulkan informasi di websitenya, earthsblackbox.com.

Dikutip dari Science Alert, struktur bangunan black box dirancang seukuran bus, terbuat dari baja setebal 3 inch dan dilapisi panel surya. Interiornya akan diisi oleh drive penyimpanan yang mengumpulkan data terkait perubahan iklim seperti tingkat karbon dioksida atmosfer dan suhu rata-rata.

Selain itu, benda ini juga bekerja menggunakan algoritma dengan menjelajahi bermacam website untuk menganalisis tweet, postingan, dan berita terkait kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.

Pengembang proyek ini memperkirakan kapasitas penyimpanan data akan habis dalam 30 hingga 50 tahun. Mereka berencana meningkatkan kapasitas penyimpanan black box, dan memberikan solusi jangka panjang. Namun tidak jelas bagaimana struktur ini nantinya akan dipertahankan.

Hal-hal lain seperti bagaimana panel surya dapat diganti sebelum akhir peradaban, seberapa baik drive tersebut bertahan setelah beberapa dekade, dan bagaimana kubahnya akan tahan terhadap aksi vandalisme atau sabotase juga tidak dijelaskan.

Pengembang proyek membangun black box ini di lokasi yang terpencil, sekitar empat jam dari kota besar terdekat sebagai upaya menaruhnya di tempat aman. Tetapi apakah itu cukup?

Banyak pertanyaan lain yang belum terjawab, termasuk apakah ini semua hanya trik pemasaran yang cerdas? Apakah struktur ini akan memiliki manfaat nyata? Sejauh ini, Clemenger BBDO dan University of Tasmania tidak menanggapi berbagai pertanyaan tersebut.

Yang jelas, ketika terjadi kiamat, entah karena bencana iklim atau lainnya, kita punya catatannya untuk diteliti. Manusia sepertinya memang selalu "antusias" menyiapkan datangnya akhir zaman. Bermacam cara dilakukan untuk bersiap-siap menghadapi kiamat Misalnya, "kubah kiamat" di Arktik yang menyimpan jutaan varian benih pangan atau bunker Vivos X Point di Amerika yang diklaim sebagai bangunan anti kiamat yang tahan terhadap semua serangan. Kira-kira seperti itu pemikirannya. Bagaimana menurut kalian?



Simak Video "Nelayan di Jepang Terdampak Perubahan Iklim, Tangkapan Berkurang"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT