Fakta 'Chernobyl Disaster', Radiasinya 400x Lebih Besar dari Hiroshima

Fakta 'Chernobyl Disaster', Radiasinya 400x Lebih Besar dari Hiroshima

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 16 Nov 2021 16:15 WIB
Chernobyl
3 Fakta 'Kota Mati' Chernobyl. Foto: Getty Images
Jakarta -

Bencana Chernobyl bisa dibilang merupakan peristiwa kecelakaan paling mengerikan yang hampir menghancurkan peradaban manusia khususnya di Eropa. Berdasarkan International Nuclear and Radiological Event Scale (INES), bencana Chernobyl masuk Level 7 yang berarti 'major accident' alias bencana besar.

Sebagaimana dikutip dari National Geographic, ini 3 fakta terkait bencana Chernobyl di Uni Soviet:

1. Kecelakaan Terparah

Ada 190 metrik ton uranium Chernobyl di atmosfer saat kejadian tersebut berlangsung. Uni Soviet yang sadar akan keparahan kejadian ini akhirnya memutuskan mengevakuasi 335.000 orang, membentuk 'zona eksklusi' selebar 19 mil di sekitar reaktor.

Sedikitnya 28 orang pada awalnya tewas akibat kecelakaan itu, sementara lebih dari 100 lainnya luka-luka. Komite Ilmiah Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Efek Radiasi Atom telah melaporkan bahwa lebih dari 6.000 anak-anak dan remaja menderita kanker tiroid setelah terkena radiasi dari insiden tersebut, meskipun beberapa ahli telah menentang klaim itu.

Peneliti internasional telah memperkirakan bahwa pada akhirnya, sekitar 4.000 orang yang terpapar radiasi tingkat tinggi dapat meninggal akibat kanker terkait radiasi, sementara sekitar 5.000 orang yang terpapar radiasi tingkat rendah dapat mengalami nasib yang sama. Namun konsekuensi penuh dari kecelakaan itu, termasuk dampak pada kesehatan mental dan bahkan generasi berikutnya, masih diperdebatkan dan dipelajari.

2. Masih diawasi

Apa yang tersisa dari reaktor sekarang berada di dalam struktur penahan baja besar yang dikerahkan pada akhir 2016. Upaya penahanan dan pemantauan terus berlanjut dan pembersihan diperkirakan akan berlangsung hingga setidaknya 2065.

3. Dampak jangka panjang

Dampak bencana terhadap hutan dan satwa liar di sekitarnya juga tetap menjadi penelitian. Setelah kecelakaan itu, area didekatnya dijuluki sebagai 'Hutan Merah' karena begitu banyak pohon berubah menjadi coklat kemerahan dan mati setelah menyerap radiasi tingkat tinggi.

Saat ini, zona eksklusi Chernobyl ini sangat sepi, namun penuh kehidupan. Banyak pohon telah tumbuh kembali, meskipun para ilmuwan menemukan bukti peningkatan tingkat katarak dan albinisme di antara beberapa spesies satwa liar di daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Akan tetapi kabar baiknya, karena larangan aktivitas manusia di sekitar pembangkit listrik yang ditutup, jumlah beberapa satwa liar, dari lynx hingga rusa, telah meningkat. Pada tahun 2015, para ilmuwan memperkirakan ada tujuh kali lebih banyak serigala di zona eksklusi daripada di cagar alam terdekat.



Simak Video "Cerita Kakek 85 Tahun Tinggal di Zona Radiasi Chernobyl"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)