Selasa, 11 Feb 2020 20:18 WIB

Wah, Jamur dari Radiasi Chernobyl Bisa Berguna untuk Astronaut

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Bicara kecelakaan nuklir banyak orang teringat dengan peristiwa Chernobyl. Namun, ada sejumlah kecelakaan nuklir lain yang disebut terparah dalam sejarah. Pembangkit listrik chernobyl. Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Pada 1991 ilmuwan menemukan sebuah jamur yang tumbuh di area pembangkit listrik Chernobyl yang meledak, alias terkena radiasi dari ledakan tersebut.

Kini, setelah penelitian lebih lanjut, ternyata jamur tersebut berpotensi berguna untuk para astronaut. Padahal dulunya jamur ini dikenal berbahaya berbahaya untuk manusia, karena bisa menimbulkan infeksi yang dikenal sebagai cryptococcosis.

Jamur yang dikenal dengan nama Cryuptococcus neoformans berguna untuk astronaut karena punya kandungan melanin tinggi, yang bisa berguna untuk melindungi astronaut di luar angkasa dari radiasi.

Melanin ini bisa menyerap radiasi dan mengubahnya menjadi energi kimia, yang lebih dikenal sebagai proses radiosintetis, demikian dikutip detikINET dari Ubergizmo, Selasa (11/2/2020).

Dari sinilah para ilmuwan mempunyai ide untuk mencari cara mengekstrak melanin dari jamur tersebut, yang nantinya bakal dipakai sebagai pelindung semacam tabir surya untuk para astronaut saat mereka berada di luar angkasa, dan berfungsi untuk melindungi mereka dari tabir surya.

"Kami tahu kalau radiasi luar angkasa itu berbahaya dan bisa merusak. Jika Anda bisa mempunyai bahan yang bisa berfungsi seperti sebuah tameng dari radiasi, ini tak cuma bisa melindungi orang dan struktur di luar angkasa namun juga bisa mempunyai kegunaan untuk manusia di Bumi," ujar Radames JB Cordero, peneliti di John Hopkins Bloomberg School of Public Health.



Simak Video "Zat Radioaktif di Batan Indah Sama dengan Chernobyl, Tapi"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)