Suhu Timur Tengah Makin Panas, Makkah Disebut Bakal Tak Layak Huni

Suhu Timur Tengah Makin Panas, Makkah Disebut Bakal Tak Layak Huni

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 31 Okt 2021 05:45 WIB
Destinasi Ajaib di Arab Saudi
Suhu Timur Tengah Makin Panas, Mekah Disebut Bakal Tak Layak Huni. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Suhu di kawasan Timur Tengah memanas dua kali lebih cepat dibandingkan bagian dunia lainnya. Para ahli menyebut wilayah ini di ambang kiamat jika masih menutup mata pada dampak perubahan iklim.

Kondisi ini akan bertambah buruk jika para pemimpin di kawasan tersebut menutup mata pada dampak perubahan iklim. Dikutip dari The Guardian, Minggu (31/10/2021) para ahli memperkirakan jika prediksi yang lebih mengerikan terbukti benar, pada akhir abad ini, Makkah mungkin tidak layak huni. Melakukan ibadah haji saat musim panas akan sangat berbahaya, bahkan bisa menimbulkan malapetaka.

Jika masih menyangkal, silakan disimak fakta-fakta berikut ini. Oman bagian utara baru saja dihantam oleh Topan Shaheen, siklon tropis pertama yang mencapai Teluk. Di sekitar Basra di Irak selatan musim panas ini, paparan suhu hingga 50 derajat celcius pada jaringan listrik menyebabkan pemadaman terus-menerus.

Kuwait memecahkan rekor hari terpanas sepanjang tahun 2016 dengan suhu mencapai 53,6 derajat celcius. Banjir bandang terjadi di Jeddah, dan baru-baru ini Makkah, sementara di seluruh Arab Saudi suhu rata-rata telah meningkat sebesar 2%, dan suhu maksimum sebesar 2,5%. Di Qatar, negara dengan emisi karbon per kapita tertinggi di dunia dan penghasil gas cair terbesar, ruang terbuka saja sudah memakai pendingin udara.

Lalu di Teheran, polusi udara membunuh 4.000 orang setiap tahun, sementara di provinsi barat daya Khuzestan warga memblokir jalan dan membakar ban untuk memprotes kekeringan yang disebabkan oleh dampak kombinasi dari salah urus, sanksi yang diterapkan negara barat, dan suhu panas mematikan.

Terakhir, ahli memperkirakan krisis iklim di Uni Emirat Arab menelan biaya USD 8,2 miliar setahun untuk biaya kesehatan yang terus meningkat. Salinitas Teluk, yang disebabkan oleh tanaman desalinasi yang berkembang biak, telah meningkat sebesar 20%, dengan semua kemungkinan berdampak pada kehidupan laut dan keanekaragaman hayati.

Traktat besar Timur Tengah akan menyerupai gurun di Afar Ethiopia, dan kota-kota pesisir Teluk yang biasanya berkilauan, pada akhir abad ini dapat terendam saat air naik. Kiamat sudah dekat.

Halaman selanjutnya: Petaka dari Minyak >>>