Bumi Pernah Miring di Zaman Dinosaurus, Ini Buktinya

Bumi Pernah Miring di Zaman Dinosaurus, Ini Buktinya

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 23 Okt 2021 18:31 WIB
High altitude view of the Earth from space, blue planet with white clouds and deep black space. Elements of this image furnished by NASA.

/urls:
https://images.nasa.gov/details-iss047e137096.html,
https://images.nasa.gov/details-GSFC_20171208_Archive_e000127.html,
https://images.nasa.gov/details-iss013e78960.html,
https://images.nasa.gov/details-iss040e088891.html /
Foto: Getty Images/iStockphoto/Elen11
Jakarta -

True polar wander (TPW) kadang-kadang dapat memiringkan seluruh planet dan Bulan, relatif terhadap sumbunya. Tidak diketahui secara pasti, seberapa sering hal ini terjadi pada Bumi. Tapi ada bukti bahwa Bumi pernah miring jutaan tahun lalu.

TPW adalah rotasi benda padat dari sebuah planet atau Bulan sehubungan dengan poros putarannya. Hal ini menyebabkan lokasi geografis kutub utara dan selatan berubah, atau "mengembara".

Sebuah studi terbaru menyajikan bukti satu peristiwa Bumi miring seperti yang terjadi sekitar 84 juta tahun yang lalu, masa ketika dinosaurus masih hidup di Bumi.

Para peneliti menganalisis sampel batu kapur dari Italia, yang berasal dari periode Kapur Akhir (100,5 hingga 65,5 juta tahun yang lalu). Mereka mencari bukti pergeseran catatan magnetik yang akan mengarah pada terjadinya TPW.

Fosil bakteri yang terperangkap di batu, membentuk rantai mineral magnetit. Ini menawarkan beberapa bukti paling meyakinkan tentang pengembaraan kutub di zaman Kapur Akhir, dan mungkin membantu menyelesaikan perdebatan ilmiah yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

bumiGambaran ketika Bumi mengalami true polar wander yang menyebabkannya miring. Foto: Wikimedia Commons

"Pengamatan ini mewakili TPW skala besar terbaru yang didokumentasikan dan menantang gagasan bahwa sumbu putaran sebagian besar telah stabil selama 100 juta tahun terakhir," kata peneliti dalam makalah mereka, dikutip dari Science Alert.

Bumi terdiri dari inti dalam logam padat dan inti luar logam cair, dengan mantel padat dan kerak (permukaan) bergerak perlahan di atas logam cair. Medan magnet Bumi, yang dihasilkan oleh inti luar, terekam dalam batuan seperti yang dipelajari dalam penelitian ini.

Saat terjadi TPW, lapisan luar Bumi miring. Tidak ada yang benar-benar berubah dalam hal medan magnet Bumi. Namun, batuan yang bergeser akan merekam data paleomagnetik yang berbeda saat bergerak.

Data itu mengungkapkan jarak ke kutub geografis Utara dan Selatan, memungkinkan para peneliti untuk memplot di mana kutub-kutub ini sebenarnya. Bidang yang sepenuhnya vertikal berarti batu berada di kutub, sedangkan bidang yang sepenuhnya horizontal menunjukkan bahwa batu itu berada di khatulistiwa.

"Bayangkan melihat Bumi dari luar angkasa. Pengembaraan kutub sejati akan terlihat seperti Bumi yang miring, dan apa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa seluruh cangkang berbatu planet ini, alias mantel padat dan kerak Bumi, berputar di sekitar inti luar cair," kata ahli geologi Joe Kirschvink dari Tokyo Institute of Technology di Jepang.

Menurut penelitian, Bumi miring sekitar 12 derajat pada 84 juta tahun yang lalu. Namun kemiringan ini dikoreksi dengan relatif cepat, yaitu kembali ke asalnya dalam waktu sekitar 5 juta tahun. Artinya, bebatuan ini melakukan perjalanan menuju khatulistiwa sebelum terbalik.

Tim peneliti mengatakan, studi sebelumnya mengisyaratkan bahwa TPW tidak terjadi selama zaman Kapur Akhir. Saat itu, belum cukup data dari catatan geologi untuk membuktikannya.

"Itulah salah satu alasan mengapa sangat menggembirakan melihat penelitian ini dengan data paleomagnetiknya yang melimpah dan indah," kata ahli geofisika Richard Gordon dari Rice University di Houston.



Simak Video "Penjelasan NASA soal Kemungkinan Asteroid Hantam Bumi di Masa Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)