Tidak Ada yang Tahu Pasti Kapan Alam Semesta Tercipta

Tidak Ada yang Tahu Pasti Kapan Alam Semesta Tercipta

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 13 Okt 2021 07:20 WIB
Pemandangan Spektakuler Alam Semesta
Tidak Ada yang Tahu Pasti Kapan Alam Semesta Tercipta. Foto: AP
Jakarta -

Asal usul terciptanya alam semesta masih menjadi misteri. Tapi teori terbaru menyebut bahwa tidak ada awalan bagi alam semesta -- ia sudah ada sejak lama.

"Realitas memiliki begitu banyak hal yang kebanyakan orang akan kaitkan dengan fiksi ilmiah atau bahkan fantasi," kata Bruno Bento, fisikawan yang mempelajari sifat waktu di University of Liverpool, Inggris.

Dalam karyanya, ia menggunakan teori gravitasi kuantum baru, yang disebut teori 'causal set theory'. Bento dan rekan-rekannya menggunakan pendekatan ini untuk mengenal asal usul Semesta. Pada akhirnya, mereka sampai pada pendapat bahwa mungkin saja alam semesta tidak memiliki awal, dengan kata lain ia selalu ada hingga masa lalu yang tak terbatas dan baru saja berevolusi menjadi apa yang kita sebut dengan kejadian Big Bang.

Causal Set Theory

Dalam semua teori fisika saat ini, ruang dan waktu adalah kontinu. Mereka membentuk jaring yang mendasari semua realitas. Tetapi pendekatan dengan Causal Set Theory, membayangkan ruang-waktu sebagai serangkaian potongan diskrit, atau 'atom' ruang-waktu.

Misalnya, ketika Anda melihat layar Anda dan membaca ini, semuanya tampak mulus dan berkelanjutan. Tetapi jika Anda melihat layar yang sama melalui kaca pembesar, Anda mungkin melihat piksel yang membagi ruang, dan Anda akan menemukan bahwa tidak mungkin membawa dua gambar di layar Anda lebih dekat daripada satu piksel.

Teori fisika ini yang membuat Bento bersemangat untuk mengenali berbagai hal baru misalnya apakah masa depan sudah ada atau belum, apakah masa lalu ada secara fisik atau berlalu begitu saja, termasuk apakah alam semesta ada awalnya.

"Saya sangat senang menemukan teori ini, yang tidak hanya mencoba untuk menjadi sefundamental mungkin - menjadi pendekatan gravitasi kuantum dan benar-benar memikirkan kembali gagasan ruang-waktu itu sendiri," ujar Bento kepada Live Science.

Adakah awal dari alam semesta?

Causal set theory memiliki implikasi penting bagi sifat waktu.

"Sebagian besar dari filosofi causal set adalah bahwa perjalanan waktu adalah sesuatu yang bersifat fisik, yang tidak boleh dikaitkan dengan semacam ilusi yang muncul atau sesuatu yang terjadi di dalam otak kita yang membuat kita berpikir waktu berlalu; perjalanan ini adalah, itu sendiri, merupakan manifestasi dari teori fisika," ungkap Bento.

"Jadi, dalam teori causal set, causal set akan menumbuhkan satu 'atom' pada satu waktu dan akan menjadi lebih besar dan lebih besar lagi," sambungnya.

Pendekatan dengan causal set theory juga menghilangkan masalah singularitas pada Big Bang karena, dalam teorinya singularitas tidak mungkin ada. Tidak mungkin bagi materi untuk memampatkan ke titik-titik yang sangat kecil - mereka tidak bisa lebih kecil dari ukuran atom ruang-waktu.

Jadi tanpa singularitas Big Bang, seperti apa awal alam semesta kita? Di situlah Bento dan kolaboratornya, Stav Zalel, seorang mahasiswa pascasarjana di Imperial College London, mengambil topik, mengeksplorasi momen awal alam semesta.

Karya mereka muncul dalam makalah yang diterbitkan 24 September ke database pracetak arXiv. Makalah belum diterbitkan dalam jurnal ilmiah peer-review.

Dari diskusi dan penelitian mereka, menyiratkan bahwa semesta mungkin tidak memiliki awal - bahwa ia selalu ada. Apa yang kita anggap sebagai Big Bang mungkin hanya momen tertentu dalam evolusi rangkaian sebab akibat yang selalu ada ini, bukan awal dari yang sebenarnya.



Simak Video "Kapan Pertama Kalinya Bintang Bersinar?"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)