Astronom Yakin Temukan Planet Kesembilan yang Misterius

Astronom Yakin Temukan Planet Kesembilan yang Misterius

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 21 Sep 2021 20:50 WIB
Sejak tahun 2006, The International Astronomical Union (IAU) telah mengeluarkan Pluto dari jajaran Planet. Pluto dikategorikan sebagai Planet Kerdil. Lantas, apakah ada Planet ke-9 yang dapat mengisi kekosongan di posisi ke-9 dalam Tata Surya kita?

Mengutip Science Alert, dari analisis yang dilakukan oleh Outer Solar System Origins Survey, serta beberapa hasil survei lainnya, tidak menemukan tanda-tanda pengelompokan di antara objek trans-Neptunus lain yang relevan untuk menjadikannya sebagai planet. Ini membuat keberadaan Planet Sembilan masih sangat kontroversial dalam diskusi para ahli.
Foto: Caltech/R. Hurt/IPAC
Jakarta -

Menggunakan Teleskop Subaru, astronom meyakini telah menemukan bukti adanya Planet Nine atau Planet Kesembilan pengganti Pluto di Tata Surya.

Astronom Michael Brown dan astrofisikawan Konstantin Batygin, dua profesor di California Institute of Technology, selama bertahun-tahun melakukan pengamatan menyelesaikan studi yang mendalilkan bahwa sebuah planet baru yang tidak diketahui mungkin ada di luar orbit Neptunus.

Menurut penelitian, yang akan diterbitkan di "The Astronomical Journal" edisi mendatang, Brown dan Batygin menggunakan Teleskop Subaru di Maunakea untuk mengamati pergerakan beberapa objek di Sabuk Kuiper, kumpulan berbagai benda langit yang dingin di luar, dari orbit Neptunus.

Dikutip dari West Hawaii Today, hampir 20 tahun yang lalu, objek-objek tertentu di Sabuk Kuiper ditemukan memiliki orbit aneh yang berkumpul bersama yang hanya bisa dijelaskan oleh objek masif tidak diketahui yang mempengaruhinya, meskipun itu tidak selalu menunjukkan keberadaan Planet Kesembilan.

Tetapi pada tahun 2016, 10 tahun setelah penelitian Brown digunakan untuk menyingkirkan Planet Kesembilan sebelumnya, Pluto, menjadi planet kerdil, Brown mengumumkan bahwa ia percaya ada Planet Kesembilan yang besarnya kira-kira 10 kali ukuran Bumi, yang mengorbit 20 kali lebih jauh dari Matahari dibandingkan Neptunus.

Astronom Subaru, Tsuyoshi Terai, mengatakan Brown menggunakan Hyper Suprime-Cam Subaru, kamera digital bidang lebar yang sangat kuat, untuk melakukan pengamatan sekitar 30 malam antara tahun 2016 hingga 2019.

Meskipun Terai mengatakan tidak ada pengamatan yang mengungkapkan Planet Kesembilan, dengan melacak 11 objek tambahan di Sabuk Kuiper, Brown dan Batygin memiliki keyakinan 99,6% bahwa gerakan aneh objek tersebut bukanlah hasil dari kebetulan kosmik dan disebabkan oleh objek besar yang belum terlihat.

Lebih lanjut, menurut penelitian tersebut, kedua peneliti telah memperkirakan kisaran potensi massa dan karakteristik orbit planet hipotesis dalam probabilitas 95%.

Berdasarkan hasil 121 simulasi yang dilakukan selama penelitian, Brown dan Batygin menyimpulkan bahwa Planet Kesembilan kemungkinan besar adalah raksasa gas dengan inti es dan berbatu dan memiliki massa sekitar enam kali massa Bumi. Simulasi juga memprediksi, dengan probabilitas 95%, wilayah langit planet dapat ditemukan di dalamnya.

Meskipun demikian, planet ini belum diamati secara langsung, dan keberadaannya masih berupa dugaan. Brown dan Batygin menulis bahwa berdasarkan orbit potensial planet dan reflektifitasnya, mengamatinya secara langsung mungkin memerlukan pencarian khusus pada teleskop 10 meter atau lebih besar.

Brown dan Batygin juga mengakui bahwa komposisi planet mungkin sangat berbeda dari prediksi mereka, yang akan memiliki dampak yang sangat bervariasi pada pendeteksiannya.

Terai mengatakan, mengkonfirmasi keberadaan Planet Kesembilan akan memiliki dampak signifikan pada model yang ada tentang bagaimana Tata Surya terbentuk, dan akan menimbulkan pertanyaan seperti bagaimana planet itu terbentuk di tempat pertama, bagaimana ia berakhir begitu jauh dari Matahari, dan bagaimana pengaruhnya terhadap pergerakan benda-benda langit lainnya selama ribuan tahun. Brown yakin Planet Kesembilan akan segera ditemukan.

"Saya pikir itu (akan ditemukan) dalam satu atau dua tahun sejak dideteksi. Saya telah membuat pernyataan itu setiap tahun selama lima tahun terakhir. Saya sangat optimis," tutupnya.



Simak Video "Cuma 6 Jutaan, Samsung Galaxy A52s 5G Bikin Mupeng!"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)