Terungkap, Ini Penyebab Runtuhnya Peradaban Suku Maya - Halaman 2

ADVERTISEMENT

Terungkap, Ini Penyebab Runtuhnya Peradaban Suku Maya

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 14 Sep 2021 14:58 WIB
Reruntuhan suku Maya di Kota Tikal
Reruntuhan peninggalan suku Maya di kota Tikal. Foto: (Getty Images/iStockphoto)

Mengapa mereka jatuh?

Dikatakan para peneliti, berbagai masalah politik dan lingkungan menjadi penyebab kemunduran kota-kota Maya. Berdasarkan analisis speleothems atau struktur batuan di gua-gua seperti stalaktit dan stalagmit, beberapa kekeringan parah melanda antara 800 hingga 930 M di wilayah Mesoamerika selatan.

"Dan karena raja Maya yang paling berkuasa mengandalkan waduk perkotaan selama musim kemarau tahunan untuk akses ke air minum bersih, penurunan curah hujan membuat cadangan air menipis, panen gagal, dan raja kehilangan sumber daya mereka. Terlebih lagi, menurunnya curah hujan memperburuk masalah yang dialami raja-raja," kata Lucero.

Selain itu, fakta bahwa penguasa Maya sering menghubungkan kekuatan mereka sendiri dengan dewa, menciptakan lebih banyak masalah politik. Krisis yang dialami suku Maya akibat kekeringan menyebabkan orang kehilangan kepercayaan pada penguasa mereka.

Kekeringan, dikombinasikan dengan gejolak politik, pada akhirnya mengganggu pertanian, pemeliharaan sistem penyimpanan air dan mengakibatkan penguasa Maya membuang-buang sumber daya untuk berperang.

Lucero mencatat bahwa beberapa daerah Maya mengalami deforestasi, dan tingkat air yang lebih rendah mempersulit perdagangan barang. "Curah hujan yang lebih sedikit kemungkinan berdampak pada perdagangan kano karena permukaan air turun secara nyata setiap musim kemarau, sehingga perjalanan menggunakan kano menjadi lebih sedikit," kata Lucero.

Suku Maya di era modern

Setelah negara Maya terakhir ditaklukkan oleh Spanyol pada tahun 1697, orang-orang suku Maya masih ada, dan mereka harus mengalami diskriminasi. Terkadang mereka memberontak terhadap Spanyol dan pemerintah yang berkuasa setelah kekuasaan kolonial Spanyol berakhir pada tahun 1821.

Meski secara berkala memberontak, mereka tidak berhasil. Orang-orang suku Maya yang tersisa masih kekurangan perwakilan politik yang memadai di negara tempat mereka tinggal.

"Sangat penting untuk menyampaikan pesan ke luar sana bahwa meskipun kota-kota dan negara-negara Maya era klasik benar-benar runtuh dan budaya benar-benar berubah, Maya sama sekali tidak menghilang," kata Middleton.

"Kita harus memperhatikan sejarahnya, setiap negara bagian, dan status populasi keturunan Maya di Mesoamerika sekarang," tutupnya.

(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT