Perlambatan Putaran Bumi Hasilkan Lonjakan Oksigen - Halaman 2

Perlambatan Putaran Bumi Hasilkan Lonjakan Oksigen

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 04 Agu 2021 08:32 WIB
IN SPACE - In this handout provided by the National Aeronautics and Space Administration, Earth as seen from a distance of one million miles by a NASA scientific camera aboard the Deep Space Climate Observatory spacecraft on July 6, 2015. (Photo by NASA via Getty Images)
Perlambatan Putaran Bumi Sebabkan Lonjakan Oksigen. Foto: NASA via Getty Images

Arbic menyebutkan, perlambatan ini mungkin tampak kecil, namun berdampak menambah jam siang hari tambahan selama ratusan juta tahun, dan pelambatan masih terjadi hingga sekarang.

"Gesekan pasang surut terus memperlambat laju rotasi. Hari-hari akan terus memanjang seiring waktu geologis," kata Arbic.

Kemunculan oksigen di Bumi

Para peneliti memodelkan skenario yang memvariasikan panjang hari dan pelepasan oksigen dari lapisan mikroba. Ketika mereka membandingkan model mereka dengan analisis lapisan mikroba serupa yang diambil sampelnya dari Middle Island Sinkhole, mereka menemukan konfirmasi prediksi mereka, bahwa bakteri fotosintesis melepaskan lebih banyak oksigen ketika hari lebih panjang.

Ini bukan karena mikroba lebih banyak berfotosintesis. Sebaliknya, hal itu karena periode sinar Matahari yang lebih lama berarti lebih banyak oksigen keluar dari lapisan mikroba dalam satu hari.

Untuk diketahui, atmosfer Bumi terbentuk setelah planet terbentuk dan mendingin, sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu dan sebagian besar terdiri dari hidrogen sulfida, metana, dan karbon dioksida (CO2).

Semua itu berubah setelah peristiwa oksidasi hebat (Great Oxidation Event/GOE) sekitar 2,4 miliar tahun alu, diikuti oleh peristiwa oksigenasi Neoproterozoikum (Neoproterozoic Oxygenation Event) sekitar 2 miliar tahun kemudian. Peristiwa ini membawa oksigen atmosfer ke level saat ini sekitar 21%.

Kedua peristiwa oksigenasi tersebut sebelumnya telah dikaitkan dengan aktivitas fotosintesis cyanobacteria, dan bukti baru ini menunjukkan bahwa faktor lain bisa jadi adalah siang hari di Bumi yang cukup lama, memicu pelepasan lebih banyak oksigen dari lapisan mikroba.

(rns/rns)