Kenyataan Pahit di Balik Melesatnya Richard Branson ke Antariksa

Kenyataan Pahit di Balik Melesatnya Richard Branson ke Antariksa

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 13 Jul 2021 06:00 WIB
Richard Branson Welcomes VSS Unity Home from Second Supersonic Flight. May 29th 2018
Kabin pesawat VSS Unity. Foto: Virgin Galactic
Jakarta -

Richard Branson tengah bergembira karena berhasil melesat ke antariksa dengan pesawat yang dikembangkan perusahaannya sendiri, Virgin Galactic. Hal ini menandai wisata ke luar angkasa untuk publik akan menjadi nyata tidak lama lagi.

Seperti diberitakan, pria kebangsaan Inggris itu menggunakan pesawat VSS Unity untuk mencapai ketinggian sub orbital 88 kilometer. Nantinya, para turis antariksa akan mendapatkan pengalaman serupa, menatap keindahan Bumi dari atas sana.

Namun demikian untuk waktu dekat, wisata ke antariksa dipastikan adalah untuk para orang kaya. Ya, kenyataan pahit bahwa bagi orang kebanyakan, pergi berwisata dengan cara ini tidak akan terjangkau dengan kocek mereka.

"Meskipun Richard Branson mengumumkan orang biasa dapat memenangkan kursi untuk terbang di masa depan, bagi orang kebanyakan di planet ini, prospek wisata ke antariksa tidak terjangkau," sebut Sky News yang dikutip detikINET.

"Setelah mendarat, Richard Branson juga berbicara bahwa astronaut masa depan tidak akan dibatasi oleh gender, ras atau latar belakang mereka. Akan tetapi sebenarnya adalah, hari itu tampak masih jauh," tambahnya.

Virgin Galactic didirikan di tahun 2004 dan sejak itu, sudah menjual 600 tiket pada orang yang ingin ke luar angkasa. Biayanya sekitar USD 250 ribu atau di kisaran Rp 3,6 miliar untuk sekali jalan, menempuh waktu sekitar 1,5 jam. Faktor harga inilah yang akan menyulitkan orang biasa untuk membelinya.

Para calon turis yang sudah menunggu cukup lama untuk terbang ini masih harus bersabar. Virgin Galactic berencana akan menggelar dua kali lagi uji coba dan kemungkinan penerbangan komersial bakal terwujud di tahun 2022.

Kabar baiknya seiring waktu berlalu, tiketnya mungkin akan semakin murah. Apalagi jika perusahaan pesaing bermunculan. Saat ini rival utama Virgin Galactic dan Richard Branson dalam bisnis wisata antariksa adalah Blue Origin kepunyaan orang terkaya dunia saat ini, Jeff Bezos.



Simak Video "Virgin Galactic Bagikan 2 Tiket Gratis Nikmati Wisata Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)