Mengenal Fenomena Midnight Sun yang Bikin Matahari Bersinar 24 Jam

Mengenal Fenomena Midnight Sun yang Bikin Matahari Bersinar 24 Jam

Tim - detikInet
Sabtu, 19 Jun 2021 18:30 WIB
Midnight Sun di Finlandia
Midnight sun di Finlandia. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ville Heikkinen
Jakarta -

Beberapa area yang berdekatan dengan Kutub Selatan dan Kutub Utara 'diberkahi' dengan sebuah fenomena alam bernama midnight sun, yang membuat Matahari bersinar selama 24 jam, alias tak ada malam hari.

Fenomena midnight sun ini terjadi selama beberapa bulan setiap tahunnya, contohnya di Norwegia, di mana fenomenanya terjadi dari akhir April sampai Agustus. Saat fenomena ini terjadi, matahari tak akan terbenam (melewati horizon), melainkan bergerak mengikuti garis horizon dari kiri ke kanan (atau sebaliknya di belahan bumi yang lain).

Penyebab terjadinya fenomena ini adalah gerakan rotasi dan revolusi Bumi, juga posisi rotasi Bumi yang miring dengan sudut 23,4 derajat. Gerakan tersebut membuat ada bagian Bumi yang mendapat sinar Matahari lebih lama dalam 24 jam dibanding bagian lainnya.

Semakin ke Utara (dan Selatan) durasi fenomena ini pun semakin lama. Misalnya di Svalbard, Norwegia, yang merupakan daerah berpenghuni paling Utara di Eropa, tak mengalami matahari tenggelam dari 19 April sampai 23 Agustus.

Semakin ke dekat ke kutub, durasinya semakin ekstrim. Misalnya di Kutub Utara, Matahari bisa dilihat selama 24 jam selama hampir setengah tahun, dari Maret sampai September, demikian dikutip detikINET dari Greenmatter, Sabtu (18/6/2021).

Meski sebenarnya manusia bisa beradaptasi terhadap fenomena ini, midnight sun menyebabkan banyak masalah terhadap masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Masalah paling lazim terjadi adalah susah tidur, kelelahan, dan bahkan depresi karena tidak ada perbedaan antara siang dan malam hari.

Namun di Rusia, tepatnya di kota Saint Petersburg, ada juga fenomena yang hampir mirip. Namanya adalah white night, yaitu saat matahari terbenam hanya enam derajat di bawah garis horizon. Alhasil suasana malam hari di kota ini tetap terang meski tak terlihat adanya matahari, tepatnya seperti senja.

White night terjadi antara 11 Juni sampai 2 Juli, dan dirayakan menjadi sebuah festival bernama White Night Festival.

Oh ya, jika misalnya di Kutub Utara sedang terjadi midnight sun, maka fenomena kebalikannya terjadi di Kutub Selatan. Nama fenomenanya adalah polar night, di mana matahari akan lebih lama 'bersembunyi' di bawah garis horizon dalam satu hari. Fenomena polar night ini sering dimanfaatkan untuk berburu aurora, karena durasi malam yang lebih lama.



Simak Video "NASA Tegaskan Informasi Matahari Terbit dari Barat Adalah Hoaks"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)