Fenomena Langka di Alam Semesta, 3 Galaksi Menyatu

Fenomena Langka di Alam Semesta, 3 Galaksi Menyatu

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 17 Jun 2021 13:40 WIB
galaksi
Ilustrasi galaksi. Foto: NRAO/AUI/NSF, S. Dagnello
Jakarta -

Ada banyak hal menakjubkan terjadi di alam semesta. Belum lama ini, para peneliti menemukan fenomena langka tiga galaksi bersatu. Seperti apa fenomena ini?

Tim yang dipimpin oleh Jonathan Williams dari University of Maryland menemukan kluster penggabungan tiga galaksi. Gabungan ini mungkin berpotensi memiliki dua lubang hitam supermasif aktif. Ini memungkinkan astronom mengintip ke dalam dinamika sistem dari dua objek paling ekstrem di alam semesta yang sedang berjalan ke dalam satu sama lain.

Untuk menemukan sistem yang unik ini, Williams melihat data dari berbagai sumber, termasuk Very Large Array, European Southern Observatory, WM Keck Observatory, Chandra X-ray Observatory, dan Atacama Large Millimeter / Submillimeter Array. Dia memilah-milah semua data itu, lalu menemukan sistem di sepetak langit yang sangat terang sekitar 800 juta tahun cahaya jauhnya.

Seperti dikutip dari Phys, ketiga galaksi berbeda satu sama lain dalam berbagai cara. Satu galaksi dikenal sebagai tipe Seyfert cakram berputar besar yang diketahui memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya.

galaksiGambar tiga galaksi bersatu dan salah satunya berpotensi memiliki lubang hitam. Foto: Phys.org

Galaksi lainnya dikenal sebagai wilayah garis emisi nuklir ionisasi rendah atau galaksi LINER. Beberapa ilmuwan berspekulasi galaksi ini juga mengandung lubang hitam supermasif di pusatnya, tetapi belum terbukti.

Tidak mau kalah dengan tetangganya yang lebih besar, galaksi ketiga tanpa lubang hitamsupermasif aktif, meninggalkan jejak debu di belakangnya dan tampaknya berjalan tegak lurus ke Bumi. Kombinasi faktor-faktor ini memungkinkan data tentang karakteristik fisik merger yang tidak akan terdeteksi.

Bahkan dengan kekayaan data ini, masih ada beberapa hasil yang membingungkan. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa sebenarnya galaksi dan fisika di sekitar proses penggabungan itu sendiri akan membutuhkan lebih banyak data.

Karena itu, Williams berencana mengumpulkan data tambahan menggunakan Hubble untuk menjelaskan lebih banyak tentang wilayah langit yang sudah sangat terang dan sangat menarik ini.



Simak Video "LAPAN Berharap Ambisi Komersialisasi Antariksa Menular ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)