Ancaman Kiamat dari Badai Matahari - Halaman 2

Ancaman dari Antariksa

Ancaman Kiamat dari Badai Matahari

Tim - detikInet
Sabtu, 29 Mei 2021 08:17 WIB
Observatorium Dinamika Matahari NASA merekam badai matahari pada 12 Januari 2015
Penampakan Matahari. Foto: NASA

Dalam wawancara detikINET dengan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin di 2019, Djamal menyebutkan badai Matahari tak perlu ditakutkan karena Bumi kita punya pelindung untuk menangkal.

"Badai Matahari sejak zaman dahulu pun sudah ada. Tapi karena Bumi punya pelindung yang kuat, Bumi aman-aman saja," ujarnya.

Bumi punya dua pelindung kuat, pertama medan magnet yang melindungi dari partikel energetik atau berenergi tinggi berisi proton dan elektron, sehingga tak membahayakan manusia. Kedua, lapisan ozon penangkal radiasi ultraviolet dari Matahari. Karena saat badai Matahari terjadi, terjadi peningkatan pancaran partikel energetik atau partikel berenergi dan radiasi dari Matahari.

"Membahayakannya bukan pada kehidupan tapi bagi teknologi di antariksa. Ketika satelit-satelit itu terkena badai Matahari, dan jika proteksi satelit itu gagal mengatasinya, tentu instrumen di satelit itu rusak. Kalau satelitnya rusak, maka layanan-layanan yang memanfaatkan satelit itu akan terganggu," terang lulusan S3 Astronomi Kyoto University ini.

Jadi, meski tidak membahayakan makhluk hidup di Bumi, badai Matahari berdampak secara tidak langsung terhadap kehidupan. Pasalnya, layanan berbasis satelit sudah jadi kebutuhan manusia modern. Sebut saja untuk komunikasi, broadcasting dan komunikasi data perbankan misalnya, semua itu sangat bergantung pada satelit.

"Ketika satelit Telkom 1 mengalami gangguan di 2017 misalnya. ATM yang memanfaatkan satelit itu menjadi offline dan sekian banyak pengguna tidak bisa terlayani," Djamal memberikan contoh.

Bayangkan jika yang terkena gangguan bukan hanya satu satelit, tetapi banyak satelit, tentu akan menimbulkan kekacauan. Nah, hal inilah yang dikhawatirkan, sehingga badai Matahari menjadi perhatian.

Bagi para pembuat satelit, mereka harus bisa membuat proteksi satelit. Sementara bagi operator satelit, mereka harus bisa melakukan langkah-langkah pengamanan ketika terjadi badai Matahari ekstrem.

(fyk/fay)