Hari Waisak Ada Gerhana Bulan Super Blood Moon, RI Kebagian

Hari Waisak Ada Gerhana Bulan Super Blood Moon, RI Kebagian

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 19 Mei 2021 18:41 WIB
A eclipse that is being called a Super Blood Wolf Moon is seen from Bogota, Colombia January 20, 2019. REUTERS/Luisa Gonzalez
Hari Raya Waisak Ada Gerhana Super Blood Moon, Indonesia Kebagian. Foto: Reuters
Jakarta -

Pada Hari Raya Waisak nanti, tepatnya tanggal 26 Mei 2021, kita akan kedatangan fenomena langit istimewa gerhana bulan total (GBT) berwarna merah atau super blood moon.

Bulan purnama ini adalah supermoon kedua yang terjadi tahun ini, setelah sebelumnya April lalu terjadi saat langit mendung. Hampir semua negara akan bisa menyaksikan fenomena ini jika cuaca cerah. Asia Timur, Asia Tenggara, Australia , Selandia Baru, Oseania, dan sebagian besar benua Amerika kecuali Kanada bagian timur, kepulauan Virgin sampai dengan Trinidad-Tobago, Brasil bagian timur, Guyana, Suriname, dan Guyana Prancis adalah wilayah-wilayah yang akan kedatangan super blood moon.

[Gambas:Instagram]

Di Indonesia, dari arah timur-tenggara (hingga tenggara untuk Indonesia bagian timur), bisa menyaksikannya sekalipun tanpa bantuan alat optik. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan, kita bisa menyaksikan super blood moon pada puncaknya pukul 18.13.30 WIB / 19.13.30 WITA / 20.13.20 WIT.

LAPAN melalui websitenya menjelaskan bahwa GBT kali ini istimewa karena berbarengan dengan terjadinya Perige, yaitu ketika Bulan berada di jarak terdekatnya dengan Bumi. Adapun puncak Perige terjadi pada pukul 08.57.46 WIB/ 09.57.46 WITA/ 10.57.46 WIT dengan jarak 357.316 kilometer dari Bumi.

"Oleh karenanya, gerhana Bulan kali ini juga dapat disebut sebagai Bulan Merah Super mengingat sudut lebarnya yang lebih besar 13,77% dibandingkan dengan ketika berada di titik terjauhnya (Apoge), dan kecemerlangannya 15,6% dibandingkan dengan rata-rata atau 29,1% lebih terang dibandingkan dengan ketika Apoge," jelas LAPAN.

gerhana bulan totalLetak Bulan pada setiap fase gerhana. Foto: LAPAN

Durasi total fase gerhana kali ini cukup singkat, yakni 14 menit 30 detik. Istimewanya lagi, GBT tanggal 26 Mei 2021 bertepatan dengan detik-detik Waisak yakni pada 15 suklapaksa (paroterang) Waisaka 2565 Era Buddha.

"Pada dasarnya detik-detik Waisak terjadi ketika purnama Waisak atau disebut juga Waisaka Purnima yang selalu jatuh pada tanggal 15 suklapaksa di bulan Waisaka," sebut LAPAN.

Pada saat Bulan purnama, Matahari dan Bulan akan berada dalam satu garis lurus sedemikian rupa sehingga cahaya Matahari dapat menerangi permukaan Bumi secara maksimal, dengan Bumi berada di antara keduanya. Karena cahaya Matahari menerangi permukaan Bulan sepenuhnya, satelit alami ini akan tampak bulat sempurna dari Bumi.



Simak Video "Antusiasme Masyarakat Nikmati Gerhana Bulan Total di Pantai Ancol"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)