Duet Lapan, Telkomsat & Tel-U Kembangkan Satelit Orbit Rendah

Duet Lapan, Telkomsat & Tel-U Kembangkan Satelit Orbit Rendah

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 22 Mar 2021 20:55 WIB
Jelang peluncuran Satelis Telkom 3S, PT Telkom Indonesia mengundang 250 siswa dari empat kawasan 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil).
Ilustrasi satelit. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Telkomsat, dan Telkom University (Tel-U) sepakat untuk bersinergi dalam pengembangan dan komersialisasi produk misi satelit orbit rendah.

Kolaborasi ini untuk mendayagunakan sumber daya serta kompetensinya dalam perencanaan, pengembangan dan pengujian Satelit Orbit Rendah. Ketiganya bekerja sama dalam hal pabrikasi, peluncuran, dan operasional Satelit Orbit Rendah. Begitu juga mencakup aspek manajerial dan komersialisasi.

Seperti dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/3/2021) kolaborasi antara Lapan, Telkomsat, dan Tel-U merupakan salah satu upaya untuk membangun ekosistem industri satelit Indonesia di era revolusi industri 4.0. Kolaborasi ini pun merupakan upaya bersama untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

"Keterlibatan industri dan akademisi sangat penting mengingat Lapan sebagai lembaga penelitian, pengembangan, dan perekayasaan dibatasi berbagai regulasi. Kolaborasi triple helix ini diharapkan dapat mengembangkan teknologi satelit berbasis revolusi industri 4.0," ujar Lapan.

Disebutkan bahwa kerja sama Lapan, Telkomsat, dan Tel-U sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu, bahwa Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam melimpah harus mampu melakukan penguasaan dan pemanfaatan teknologi secara bijak, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi rakyat di era revolusi industri 4.0. Hal ini membawa Indonesia bergeser dari ekonomi yang berbasis komoditi menuju ekonomi yang berbasis inovasi dan teknologi.

Kerja sama antara Lapan, Telkomsat, dan Tel-U ini bukanlah yang pertama. Pada 2014 silam LAPAN menjalin kerja sama dengan Telkom University terkait penelitian, pendidikan dan pemanfaatan iptek kedirgantaraan.

"Tujuannya untuk membangun dan memperkuat jejaring kemitraan, meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas riset guna menghasilkan inovasi teknologi yang dapat mengatasi permasalahan aktual dalam pembangunan," kata Lapan.

Kemudian pada 2018 lalu, Lapan menjalin kerja sama dengan Telkom terkait "Sinergi Bidang Telekomunikasi, Informasi, Media, Edutainment dan Services (TIMES) dengan Teknologi Penerbangan dan Antariksa".

Adapun nota kesepahamannya mencakup penelitian, penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan sains antariksa dan atmosfer, teknologi penerbangan dan antariksa, serta penginderaan jauh untuk mendukung layanan TIMES.

Selain itu, pengkajian di bidang keantariksaan, komersialisasi produk, dan fasilitas Lapan serta pemanfaatan layanan TIMES untuk kebutuhan LAPAN dan mitra Lapan juga tercakup dalam nota kesepahaman.



Simak Video "Fakta-fakta Fenomena Aphelion: Matahari Terlihat Lebih Kecil Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)