Info Lengkap Mutasi Virus Corona, dari B117 Hingga B11317

Info Lengkap Mutasi Virus Corona, dari B117 Hingga B11317

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 05 Mar 2021 19:11 WIB
Selain Inggris, Negara-negara Ini juga Deteksi Mutasi Baru Virus Corona
Semua tentang Mutasi Corona, Mulai dari B117 hingga yang Terbaru B11317. Foto: DW News
Jakarta -

Semua virus pada dasarnya bermutasi secara konstan, termasuk virus Corona. Virus ini telah bermutasi menjadi sejumlah strain penting sejak kasus pertama terdeteksi pada Desember 2019, dan para ilmuwan dapat mengidentifikasi strain yang berbeda mulai dari Corona B117 hingga yang terbaru Corona B11317.

"Informasi tentang karakteristik varian ini berkembang pesat," kata Centre for Disease Control and Prevention (CDC), seperti dikutip dari 9News, Jumat (5/3/2021).

"Para ilmuwan sedang bekerja untuk mempelajari lebih lanjut tentang seberapa mudah mereka menyebar, apakah mereka dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah, dan apakah vaksin resmi saat ini akan melindungi orang dari paparan virus ini," sebut CDC.

Strain Inggris

Strain yang dikenal sebagai B117 ini pertama kali diidentifikasi di Inggris pada September 2020, dan sejak itu menyebar secara global, termasuk ke Indonesia yang baru terdeteksi di Karawang, Jawa Barat pekan ini.

Para ilmuwan percaya varian ini lebih mudah ditularkan hingga 70% dan lebih mematikan. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memverifikasi klaim ini.

Otoritas kesehatan AS memperkirakan varian B117 akan menjadi strain dominan di AS. Sedangkan Menteri Kesehatan Jerman mengatakan varian ini sekarang menyumbang lebih dari seperlima dari semua kasus positif di negaranya.

Strain Afrika Selatan

Strain B1351 pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan dan menjadi varian dominan yang menginfeksi penduduk setempat. Afrika Selatan kemudian dengan cepat menghentikan peluncuran program vaksinasi menggunakan vaksin produksi AstraZeneca karena kemunculan strain baru tersebut.

Namun kemudian, negara tersebut menguji vaksin buatan Johnson & Johnson dan terbukti memberikan perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah. Vaksin ini sekarang sedang digunakan Afrika Selatan untuk memvaksin para tenaga kesehatan.

Selanjutnya: Strain Brasil, Rusia, dan Lainnya...

Strain Brasil

Varian P1 pertama kali terdeteksi di Brasil dan diduga memicu lonjakan kasus COVID-19 di negara tersebut. Varian yang ditemukan di kota Manaus ini tampaknya lebih menular daripada jenis COVID-19 lainnya.

Bahkan, strain ini berpotensi ditularkan oleh seseorang yang sudah terinfeksi atau yang telah divaksinasi. Saat ini, varian tersebut juga berada dalam pengawasan Inggris yang sedang menelusuri orang-orang di negaranya yang mengidap strain Brazil.

Public Health England (PHE) mengatakan, varian P.1 masuk dalam daftar "waspada" karena memiliki beberapa mutasi penting dengan varian yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan yakni B1351, seperti E484K dan N501Y.

"Ada kemungkinan bahwa varian ini mungkin kurang merespon dengan baik terhadap vaksin saat ini, tetapi diperlukan lebih banyak studi untuk memahami hal ini," kata PHE.

Strain Rusia

Lebih dari 70 warga Australia yang kembali dari luar negeri dan mendarat di Brisbane dengan penerbangan Qatar Airways, pekan ini menjalani karantina selama 14 hari. Masa karantina kemudian diperpanjang lima hari setelah dua orang dinyatakan positif mengidap strain Rusia yang disebut B11317.

Belum banyak informasi mengenai varian ini. Namun diketahui B11317 bersirkulasi di Inggris, Thailand, dan Swiss sejak awal Desember tahun lalu. Prof Peter Collignon dari ANU Medical School menjelaskan, nama varian baru biasanya diambil dari wilayah tempat varian tersebut pertama kali ditemukan.

Sementara itu, Dr Kirsty Short dari University of Queensland mengatakan, varian Rusia yang ditemukan pertama di Rusia belum tentu muncul pertama kali di wilayah tersebut.

Strain lainnya

Dua tim peneliti berbeda mengatakan pekan ini mereka menemukan varian virus Corona baru yang mengkhawatirkan di New York dan tempat lain di Timur Laut AS.

Varian ini diyakini membawa mutasi yang membantunya menghindari respons kekebalan alami tubuh. Peneliti genomik menamai varian tersebut sebagai B1526 dan diketahui ada pada orang-orang di lingkungan dari lingkungan beragam New York.

Salah satu mutasi pada varian ini memiliki persamaan dengan yang ditemukan pada B1351 di Afrika Selatan. Informasi lain menyebutkan, tampaknya varian ini juga menghindari respons tubuh terhadap vaksin.

(rns/fay)