Kasus COVID-19 Global Turun, Keberhasilan Vaksin atau Herd Immunity?

Setahun Corona di Indonesia

Kasus COVID-19 Global Turun, Keberhasilan Vaksin atau Herd Immunity?

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 02 Mar 2021 09:40 WIB
Portrait of sad young woman with face protective mask looking through the window at home
Kasus COVID-19 Global Turun, Keberhasilan Vaksin atau Herd Immunity? Foto: Getty Images/damircudic
Jakarta -

Ada pertanda menggembirakan di tengah pandemi COVID-19, selama lima pekan berturut-turut, jumlah kasus virus Corona di seluruh dunia terus menurun di awal 2021.

Dikutip detikINET dari Global News, organisasi kesehatan dunia WHO melaporkan, terjadi penurunan infeksi baru sebesar 16% dibandingkan minggu sebelumnya. Jumlah kematian juga menurun 10%.

"Telah terjadi penurunan penyakit yang signifikan dan secara global dari minggu ke minggu selama empat atau lima minggu terakhir. Kami belum pernah melihat level serendah ini sejak Oktober lalu," kata Executive Director Health Emergencies Programme WHO Mike Ryan.

Para ahli percaya, sejumlah faktor, termasuk kepatuhan terhadap pedoman kesehatan masyarakat, lockdown yang ketat, dan pengurangan mobilitas secara signifikan, kemungkinan berkontribusi pada tren penurunan kasus. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa peluncuran program vaksinasi yang sangat efektif pun berperan dalam hal ini.

Menurut Dr. Prabhjot Singh, Chief Medical and Scientific Advisor of COVID-19 dan profesor di Icahn School of Medicine Mount Sinai di New York, AS, ebih dari setahun setelah pandemi, kekebalan parsial di antara populasi manusia dan efek musiman alami, bisa memperlambat penyebaran.

Karena herd immunity?

Di AS yang sejauh ini memiliki jumlah kasus tertinggi di dunia, kasus baru mingguan telah turun dari 1,7 juta saat terjadi puncaknya secara nasional pada awal Januari, menjadi kurang dari 600.000 minggu ini. Kasus baru pun telah menurun di setiap negara bagian.

Dr. Martin Makary, seorang profesor di Johns Hopkins School of Medicine, berpendapat bahwa AS akan mencapai herd immunity atau kekebalan kawanan pada bulan April.

"Karena semakin banyak orang yang terinfeksi, semakin sedikit orang yang rentan terhadap infeksi," katanya.

Menurut WHO, kekebalan kelompok adalah ketika suatu populasi dapat dilindungi dari penyakit menular tertentu, seperti COVID-19, baik melalui vaksin atau kekebalan yang berkembang melalui infeksi sebelumnya.

"Kekebalan kelompok terhadap COVID-19 harus dicapai dengan melindungi orang melalui vaksinasi, bukan dengan memaparkan mereka pada patogen penyebab penyakit," kata WHO.

Varian baru virus

Di sisi lain, penurunan global juga terjadi dengan latar belakang penyebaran varian baru yang lebih menular yang dengan cepat menyalip virus SARS-CoV-2 varian awal untuk menjadi strain dominan di beberapa negara.

Para ahli mengatakan, varian baru masih menyebar dengan cara yang sama dan dapat diblokir menggunakan tindakan kesehatan masyarakat yang sama yang telah diterapkan selama ini.

Penyebaran varian baru memang menimbulkan kekhawatiran bahwa lonjakan kasus baru mungkin akan datang. Tapi penurunan kasus COVID-19 juga menawarkan kesempatan agar kita bersiap menghadapi bulan-bulan mendatang.

"Ada penurunan nyata, dan ini adalah kesempatan bagi kita untuk melipatgandakan apa yang sudah berhasil dilakukan dan bersiap untuk potensi lonjakan yang lain," tutup Dr. Adalja.

Lihat juga video 'Melihat Pelatihan Anjing Pelacak Covid-19 di India':

[Gambas:Video 20detik]



(/)