Mematikan Kamera Saat Zoom Bisa Selamatkan Bumi

Mematikan Kamera Saat Zoom Bisa Selamatkan Bumi

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 19 Jan 2021 09:07 WIB
Video conference
Mematikan Kamera Saat Zoom Bisa Selamatkan Bumi. Foto: Fool
Jakarta -

Buat kalian yang kurang suka menyalakan kamera saat melakukan pertemuan virtual, alasan yang satu ini mungkin sangat tepat. Tahukah kalian, mematikan kamera saat menggunakan aplikasi video conference seperti Zoom dan lainnya, bisa menyelamatkan Bumi. Kok bisa?

Jadi, menurut studi yang diterbitkan di Resources, Conservation & Recycling, mematikan kamera saat video call dapat mengurangi jejak karbon hingga 96%. Kalian juga dapat mengurangi emisi hingga 86% saat menonton streaming dengan kualitas standar, bukan high definition.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Yale, Purdue, dan MIT ini mengamati dampak lingkungan dari penggunaan internet. Dalam makalah ilmiahnya, penulis menyebutkan: "Gaya hidup digital yang masif saat ini bermanfaat besar terhadap lingkungan, termasuk pengurangan emisi karbon dioksida terkait perjalanan. Namun, peningkatan penggunaan internet juga punya dampak tersembunyi terhadap lingkungan yang harus diungkap agar transisi ke ekonomi rendah karbon dan lebih hijau bisa berhasil."

Dikutip dari IFL Science, sebelum lockdown di seluruh dunia diterapkan, jejak karbon internet sudah meningkat, terhitung sebesar 3,7% dari emisi gas rumah kaca. Konsumsi listrik pusat data menyumbang 1% dari permintaan energi global, lebih dari konsumsi nasional beberapa negara.

Sejak pandemi di awal Maret 2020, sebagian besar negara mengalami peningkatan penggunaan internet hingga 20%. Sebagai gambaran, jika tren kenaikan ini terus berlanjut, penggunaan internet individual akan setara dengan penggunaan air yang dapat mengisi lebih dari 300.000 kolam renang Olimpiade, sehingga membutuhkan 115.229 kilometer persegi hutan untuk menyerap karbon ekstra yang dikeluarkan.

Para peneliti pun menganalisis air, tanah, dan jejak karbon untuk setiap gigabyte data yang digunakan di banyak platform online yang berbeda dari berbagai negara.

Penelitian mereka menemukan bahwa lebih banyak platform video yang berat, memiliki jejak karbon yang lebih tinggi. Para ahli juga menemukan bahwa air, tanah, dan jejak karbon sangat bervariasi antar negara.

Jejak tanah Inggris 281% lebih tinggi dari median global, jejak air Brasil 218% di atas median, dan jejak karbon Afrika Selatan 59% di atas median. Para peneliti berteori bahwa hal ini bisa terjadi karena berbagai bentuk produksi energi.

Studi tersebut memperkirakan bahwa jika 1 juta pengguna aplikasi video conference mematikan kamera mereka, emisi karbon dioksida bulanan akan berkurang 9.023 ton, dan jika 70 juta orang streaming video menurunkan kualitas dari HD ke SD, akan ada pengurangan bulanan sebesar 2,5 juta ton.

"Tindakan kecil seperti mematikan video selama rapat virtual, mengurangi kualitas layanan streaming, mengurangi waktu bermain game, membatasi waktu di media sosial, menghapus email dan konten yang tidak perlu di layanan penyimpanan berbasis cloud, atau berhenti berlangganan dari daftar email dapat secara signifikan mengurangi jejak lingkungan dari penggunaan internet," kata mereka.



Simak Video "Ini Usulan Anies yang Disetujui PBB soal Emisi Karbon"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)