Sulitnya Menyibak Misteri Asal Virus Corona

Sulitnya Menyibak Misteri Asal Virus Corona

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 19 Jan 2021 06:14 WIB
Gua Wanlin diduga menjadi asal virus Corona. Gua itu pernah dihuni kelelawar yang dipercaya sebagai perantara virus Corona.
Ilustrasi memburu kelelawar pembawa virus Corona. Foto: AP Photo/Ng Han Guan
Jakarta -

Virus Corona COVID-19 telah sekitar setahun melanda dunia, dengan jumlah orang terinfeksi sekitar 94 juta dan korban meninggal di kisaran 2 juta jiwa. Sampai saat ini, asal muasal virus Corona ini masih merupakan misteri besar dan sulit disibak.

Dikutip detikINET dari USA Today, para periset di China, di bawah pengawasan pemerintah, sudah menginvestigasi darimana COVID-19 bermula dari bulan Januari 2020 dan masih tanpa hasil memuaskan. Bulan ini, delegasi ilmuwan WHO dari 10 negara akhirnya diizinkan untuk memasuki China dan mengeksplorasi asal usulnya.

"Ini penting bukan hanya untuk COVID-19 tapi juga masa depan keamanan kesehatan dan untuk mengendalikan ancaman penyakit menular dengan potensi bisa menjadi pandemi," ujar direktur WHO, Tedros Ghebreyesus, mengenai misi itu.

Tidak jelas seberapa banyak bukti asal muasal virus Corona yang masih ada setelah setahun berlalu. Pasar hewan Wuhan yang dicurigai sebagai asal COVID-19 pun lama sudah ditutup. Tim WHO bahkan pesimis patient zero atau pasien pertama COVID-19 bisa ditemukan.

Pimpinan teknis WHO Maria Van Kerkhove menyebut patient zero COVID-19 kemungkinan tak akan pernah terlacak. "Dunia mungkin tidak akan pernah menemukan "patient zero" dalam pencariannya untuk asal-usul COVID-19," jelas Maria

Padahal jika patient zero COVID-19 terdeteksi, besar peluang untuk mencari tahu asal muasal penyakit dan cara menghentikan wabah tersebut di masa depan. Namun demikian di tengah kesulitan yang ada, misi itu tetap dipandang berguna untuk lebih memahami pandemi Corona dan penularannya dari hewan ke manusia.

Kelelawar dipandang sebagai hewan asal Corona, di mana grup virus Corona yang terkait sudah eksis di hewan itu selama puluhan tahun. SARS-CoV-2 sendiri punya kemiripan materi genetik sebesar 96% dengan sampel virus Corona yang ditemukan tahun 2013 di provinsi Yunnan.