NASA Temukan Cara Ciptakan Oksigen di Mars

NASA Temukan Cara Ciptakan Oksigen di Mars

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 10 Des 2020 10:05 WIB
Siklus 26 bulan, Mars kini dalam posisi terdekat dan paling terang dari Bumi
Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Ilmuwan di NASA menemukan sebuah cara untuk menciptakan oksigen di Mars. Saat ini, berbagai upaya giat dilakukan dunia sains untuk menggali potensi kehidupan di luar Bumi, termasuk Mars.

Untuk diketahui, dalam misi berisiko tinggi yang bisa memakan waktu lima tahun untuk diselesaikan, NASA ingin mendaratkan astronot di Mars pada 2030. Namun, mengangkut oksigen dan bahan bakar yang cukup di pesawat ruang angkasa untuk mempertahankan misi berjalan selama itu, saat ini tidak memungkinkan.

Rencana NASA untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan MOXIE atau Mars Oxygen in Situ Resource Utilization Experiment. Sistem ini sedang dalam tahap pengujian pada rover Mars Perseverance yang meluncur Juli lalu. Alat tersebut akan mengubah karbondioksida yang menyusun 96% gas di atmosfer Planet Merah tersebut menjadi oksigen.

Di Mars, seperti dikutip dari Science Slashdot, komposisi oksigen hanya 0,13% dari atmosfer. Dibandingkan dengan di atmosfer Bumi, komposisi oksigennya sebesar 21%.

Sistem MOXIE, pada dasarnya menghasilkan oksigen seperti pohon, yakni menarik udara Mars dengan pompa dan menggunakan proses elektrokimia untuk memisahkan dua atom oksigen dari setiap molekul karbon dioksida, atau CO2.

Teknik eksperimental yang diusulkan oleh tim ilmuwan yang dipimpin Vijay Ramani adalah dengan menggunakan sumber daya yang sama sekali berbeda, yakni dari air asin di danau di bawah permukaan Mars.

"Keberadaan air asin ini kebetulan karena menurunkan titik beku air. Kami akan mengambil air payau yang asin dan elektrolisisnya. Kami mengambil air dan membaginya menjadi hidrogen dan oksigen," kata Ramani.

Metode yang diusulkan dalam makalah ilmiah terbaru ini, bagaimanapun mengasumsikan dengan kuat bahwa Mars memiliki sumber air asin. NASA sudah berpuluh tahun meneliti terkait Mars. Kurang lebih 20 tahun didedikasikan untuk mengetahui kehidupan di planet tersebut.

Saat ini, tiga negara yakni Amerika Serikat (AS), China, dan Uni Emirat Arab (UEA) sedang berlomba menyasar Mars. Alasan ketiga negara tersebut memulai misi Mars didasari kesadaran bahwa Bumi dan Mars memiliki beberapa kesamaan dan layak untuk dipelajari lebih dalam. Untuk alasan lainnya, tentunya ketiga negara ini punya alasannya sendiri yang tidak diungkap ke publik.



Simak Video "Antusiasme Ilmuwan Sambut Kesuksesan NASA Koleksi Batuan Pertama Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)