Teori Ilmiah Mengejutkan di Balik Kucing Meong-meong

Teori Ilmiah Mengejutkan di Balik Kucing Meong-meong

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 30 Nov 2020 18:45 WIB
Ilustrasi seekor kucing
Mengapa kucing mengeong? Foto: Thinkstock
Jakarta -

Kalau kamu punya kucing atau pecinta kucing, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan 'meong'-nya si mpus ketika sedang minta makan. Cuma meong sih tapi kedengarannya seperti "kasih aku makan sekarang juga, dasar jahat!".

Dilansir Live Science, kucing rumahan memiliki keunikan dalam cara mereka menggunakan suara mereka untuk berkomunikasi dengan manusianya. Kucing jarang mengeong dengan kucing lainnya. Jadi, apa yang membuat teman kecil kita jadi lebih cerewet kepada kita?

Sebelum kucing tinggal bersama manusia hampir 10.000 tahun yang lalu, mereka adalah penyendiri, tulis John Bradshaw dan Charlotte Cameron-Beaumont dalam buku "The Domestic Cat: The Biology of Its Behavior" (Cambridge University Press 2000).

Karena kucing leluhur ini jarang bertemu dengan anggota lain dari spesiesnya sendiri, mereka tidak perlu menggunakan suaranya untuk berkomunikasi. Sebaliknya, kucing liar ini berkomunikasi melalui indra penciumannya, atau dengan menggosok atau buang air kecil pada objek seperti pohon.

Dengan begitu, kucing tidak harus bertatap muka dengan kucing lain yang agresif untuk mengirim pesan. Begitulah cara kucing berkomunikasi satu sama lain, kata John Wright, seorang psikolog yang mempelajari perilaku hewan di Mercer University di Georgia.

Tapi manusia tidak memiliki indra penciuman sebaik kucing -- tentu tidak bisa sembarangan buang air kecil seperti kucing -- jadi, kucing berkomunikasi dengan manusia dengan cara yang paling mungkin untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan: dengan mengeong.

"Mereka manipulatif. Komunikasi vokal menjadi alat," kata Wright.

Mengeong pada manusia sebagian merupakan perilaku yang dipelajari. Semua kucing mengeong sebagai anak kucing untuk mendapatkan perhatian ibunya saat mereka terluka, kedinginan, atau saat dia tidak sengaja duduk di atasnya. Sementara kucing rumahan membawa perilaku ini hingga dewasa, kucing liar (kucing peliharaan tanpa pemilik yang tinggal di luar rumah) kebanyakan mulai bisa irit suara.

Satu studi, yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral Processes, menemukan bahwa kucing liar lebih mungkin menggeram atau mendesis daripada kucing peliharaan yang memiliki majikan.

Kira-kira begitulah alasan kucing mengeong: untuk menguasai dunia.



Simak Video "Bimbim CLOW Sosok Penolong Ratusan Kucing Jalanan Terlantar"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fyk)