Mesin Waktu ala Avengers: Endgame dan Alam Kuantum

Sisi Ilmiah Mesin Waktu

Mesin Waktu ala Avengers: Endgame dan Alam Kuantum

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Minggu, 18 Okt 2020 16:03 WIB
Mesin Waktu Ikonik
Mesin waktu di film Avengers: Endgame (Foto: Marvel)
Jakarta -

Dalam film Avengers: Endgame, penonton berkenalan dengan dongeng mesin waktu versi baru. Dasar ilmiahnya adalah mekanika kuantum.

Masih ingat lelucon membunuh bayi Thanos dalam film itu kan? Lalu para superhero kita menegaskan perjalanan waktu tidak berfungsi demikian.

"Mengubah masa lalu, bukan artinya mengubah masa depan," begitu kata Bruce Banner, alias Hulk dalam film itu mengomentari usulan Rhodes alias War Machine.

Secara eksplisit, film Avengers: Endgame membantah semua konsep dalam film tentang mesin waktu termasuk dari film Back to The Future. Film mengenai mesin waktu umumnya membawa premis kembali ke masa lalu untuk mengubah suatu kejadian, demi menyelamatkan masa depan.

Hal itu dikenal dalam sains sebagai teori butterfly effect. Mengubah satu kepakan kecil kupu-kupu di masa silam, bisa menyebabkan badai di masa depan.

Namun kemudian, ada studi baru yaitu mekanika kuantum dengan teori yang sama sekali berbeda. Mekanika kuantum inilah yang jadi inspirasi dalam film Avengers: Endgame.

Dilihat detikINET dari New Atlas, Minggu (18/10/2020) mekanika kuantum adalah kajian fisika untuk benda dalam skala atom. Salah satunya ada riset Los Alamos National Laboratory yang melakukan simulasi perjalanan waktu memakai komputer kuantum. Risetnya dipublikasikan American Physical Society pada Juli 2020.

"Dengan komputer kuantum, tidak ada masalah untuk membuat simulasi evolusi dengan waktu terbalik atau simulasi proses mundur ke masa lalu," kata Nikolai Sinitsyn, salah satu tim ilmuwan.

Tim ilmuwan mencoba membuat simulasi dunia kuantum yang kompleks, kemudian pergi ke masa lalu, membuat kerusakan dan kembali ke masa depan. Semua simulasi dilakukan dengan komputer kuantum IBM-Q.

Objek simulasi adalah dua sosok fiktif bernama Alice dan Bob. Keduanya memiliki Qubit, informasi Quantum Bit. Alice mengirim Qubit ke masa lalu. Di masa lalu, Bob mengubah Qubit dengan mengukurnya, lalu dikirim lagi ke masa depan.

Apa yang terjadi, Qubit-nya tidak kenapa-kenapa. Alice bisa memulihkan informasinya dengan baik. Informasi pada Qubit, tersembunyi dalam korelasi kuantum di masa lalu dan tidak rusak dengan upaya Bob merusak garis waktu.

Tim juga mendapatkan hasil bahwa, semakin jauh pergi ke masa lalu, semakin sedikit kerusakan yang bisa ditimbulkan. Mekanika kuantum pun membantah teori butterfly effect. Nah, tapi ini hanyalah simulasi komputer quantum lho ya. Ini bukan mesin waktu sungguhan.

Lantas, apa bisa menciptakan mesin waktu dengan fisika kuantum seperti di film Avengers: Endgame? The Ringer dalam artikelnya pernah membahas ini bersama Scott Aaronson, Direktur University of Texas, Quantum Information Center. Menurut Aaronson, hanya konsep dan istilahnya saja yang dicomot oleh film tersebut.

"Di film itu, alam quantum hanya jadi jimat ajaib untuk perjalanan waktu," kata Aaronson.



Simak Video "Rekomendasi Film Bertema Mesin Waktu yang Seru Abis"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/rns)