Pusat Sains Fokus Kembangkan Aplikasi dan Wahana Digital, Makin Modern!

Pusat Sains Fokus Kembangkan Aplikasi dan Wahana Digital, Makin Modern!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 12 Okt 2020 20:16 WIB
Pusat Peraga Iptek (PP-IPTEK) akhirnya buka lagi tepatnya pada 20 Juni 2020 silam. Tempatnya juga sudah siap mengikuti protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
PP Iptek TMII (Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET)
Jakarta -

Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) fokus mengembangkan aplikasi dan wahana digital. Hal ini diungkapkan oleh M Syachrial Annas Direktur PP-IPTEK.

"Melihat suasana pandemi, kta inisiasi agar pengunjung tidak mesti ke PP-IPTEK, akan ada evolusi teknologi dalam waktu dekat," ucapnya dalam 'Penyerahan Penghargaan Pemenang Science Studio oleh Menristek', Senin (12/10/2020).

Nantinya, PP-IPTEK akan memboyong teknologi terbaru seperti virtual reality (VR) untuk membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Selain pengembangan secara fisik, ada juga upaya mengenalkan PP-IPTEK lebih dekat melalui aplikasi yang masih dalam tahap pengembangan.

Bambang Brodjonegoro Menteri Riset dan Teknologi Indonesia menyampaikan bahwa pemerintah memberikan dukungan kepada PP-IPTEK untuk menjadi pusat sains (science center) yang maju dan bisa bersaing ke kancah internasional.

"COVID-19 yang melanda dunia secara masif dan meluas ini merupakan peristiwa di luar dugaan. Wabah itu sendiri tidak hanya mengancam kehidupan tapi juga menyebabkan cultural shock, termasuk pelajar," katanya.

Pelajar kini diharuskan untuk beradaptasi belajar dengan media digital. Karenanya, dukungan untuk membuat pusat sains mengalami revolusi 4.0 sangat dibutuhkan.

"Wahana, alat peraga, dan perkembangan informasi teknologi harus segera menyesuaikan revolusi 4.0, bukan memperbaharui saja tapi mengembangkan sumber daya PP-IPTEK sendiri supaya makin mendekatkan PP-IPTEK dengan pengujung terutama para pelajar. PP-IPTEK akan selalu mengikuti perkembangan zaman, interaktif pengunjung bisa merasakan secara langsung ilmu sains dan teknologi," harap Bambang.



Simak Video "Menyusun Benang Merah Keberadaan Museum Tertua di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)