Rusia Bikin 3 Robot Antariksa, Cuma 1 yang Akan Terbang

Rusia Bikin 3 Robot Antariksa, Cuma 1 yang Akan Terbang

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 28 Jul 2020 10:28 WIB
robot antariksa rusia
Rusia Bikin 3 Robot Antariksa, Cuma 1 yang Akan Terbang. Foto: Sputnik News
Jakarta -

Rusia sedang memproduksi beberapa robot antariksa yang dirancang untuk beroperasi di stasiun luar angkasa internasional (International Space Station/ISS). Tapi hanya satu yang nantinya akan diterbangkan ke sana.

"Kami akan membuat dua atau tiga Teledroid. Robot finalnya akan dikirim ke luar angkasa," kata CEO Android Technics Scientific Evgeny Dudorov seperti dikutip dari Sputnik News.

"Sedangkan tiruannya, yang akan tinggal di Bumi dan robot lain yang masih merupakan variannya, tetap diperlukan untuk menyempurnakan teknologi," sambungnya.

Dudorov tidak memungkiri jika salah satu tiruan robot nantinya akan dihancurkan begitu saja setelah melalui beberapa tahapan pengujian.

Pada Februari lalu, Rusia melaporkan bahwa tahap desain konseptual dan teknik robot telah rampung. Robot ini dijadwalkan akan meluncur ke ISS tahun 2024.

Robot luar angkasa ini akan ditempatkan pada manipulator yang akan membawanya di antara modul-modul ISS. Proyek Teledroid ini bekerja menciptakan robot antropomorfik tanpa kaki untuk bekerja di permukaan ISS.

Sebelumnya, Rusia sudah mengirimkan sebuah robot humanoid bernama Fedor untuk misi selama 10 hari ke ISS. Misi tersebut telah rampung dijalankan dan Rusia mencapai kesimpulan bahwa robot tersebut tidak dapat menggantikan peran kosmonot (sebutan astronaut Rusia) dalam misi perjalanan luar angkasa sehingga tidak akan diterbangkan lagi ke sana.

"Tidak ada lagi yang perlu dilakukannya di sana, dia sudah menyelesaikan misinya," kata Dudorov saat menyambut Fedor kembali pulang ke Bumi pada 2019.

Fedor yang merupakan singkatan dari Final Object Demonstration Research awalnya dirancang untuk membantu para astronot di stasiun luar angkasa.

"Tetapi Fedor ternyata memiliki desain yang tidak bekerja dengan baik di luar angkasa. Memiliki tinggi 180 sentimeter, kaki panjangnya tidak berguna saat berjalan di luar angkasa," kata Dudorov.

Badan antariksa Rusia Roscocmos mengatakan, kaki-kaki robot itu tidak dapat bergerak selama perjalanan di luar angkasa dan Fedor tidak diprogram untuk bergerak dengan menggengam pegangan tangan di stasiun luar angkasa dalam kondisi gravitasi mikro.

Karenanya, Rusia terus mengembangkan robot antariksa lebih canggih lagi agar bisa menjalankan tugas-tugas luar angkasa yang tidak mampu dilakukan robot-robot sebelumnya.



Simak Video "Kondisi Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Membaik"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)