Tanaman Paku yang Berkembang Biak Menggunakan Spora dan Ciri Unik Lainnya

Tanaman Paku yang Berkembang Biak Menggunakan Spora dan Ciri Unik Lainnya

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Rabu, 15 Jul 2020 12:00 WIB
Studio photo shoot of a Nephrolepis exaltata Boston fern, on a white background with copy space.
Tanaman paku hias (Foto: iStock)
Jakarta -

Tanaman paku yang berkembang biak menggunakan spora, jadi pelajaran wajib siswa SD. Namun tanaman ini masih punya keunikan lain lho.

Lewat program Belajar dari Rumah di TVRI, para siswa SD belajar soal proses pertumbuhan pada tanaman paku yang menggunakan spora. Tanaman paku, menjadi subjek pelajaran ilmu pengetahuan alam untuk semua pelajar di dunia lho.

Tanaman paku masuk dalam Filum Pteridophyta. Tumbuhan ini memang menjadi objek yang menarik untuk dipelajari di bangku sekolah.

Maklum saja, tanaman paku ini punya banyak keunikan. Dia menjadi pintu masuk bagi para siswa mengenal tumbuhan unik setelah mengenal pohon buah-buahan.

Dihimpun detikINET dari BYJU'S dan Study.com, sebelum ada pohon yang memiliki bunga, planet Bumi ini selama ratusan juta tahun dihuni oleh tanaman paku. Tanaman paku lebih tua umurnya dari tumbuhan berbunga.

Tanaman paku ini punya ciri-ciri unik sebagai berikut:

1. Tanaman darat pertama di planet Bumi

Para ilmuwan memperkirakan kehidupan di Bumi dimulai dari lautan melalui jutaan tahun proses evolusi. Kehidupan perlahan-lahan pindah ke daratan yang kering. Tumbuhan pertama yang sungguhan hidup di daratan adalah tanaman paku.

2. Tidak punya biji

Berbeda dengan rambutan, mangga dan tanaman buah-buahan lain, tanaman paku tidak punya biji. Bagaimana proses pertumbuhan pada tanaman paku adalah yang berkembang biak menggunakan spora.

Tanaman paku menyeram air dan mineral dari seluruh permukaan tubuhnya. Itu sebabnya tanaman paku suka dengan tempat yang lembab.

3. Ada pergiliran keturunan

Tanaman paku punya pergiliran keturunan atau metagenesis. Tanaman paku dimulai dari Gametofit bernama protalium yang tumbuh dari spora yang jatuh ke tanah. bentuknya mirip lumut, berakar semu dan tidak berbatang. Protalium ini nanti melalui pembuahan dan menghasilkan fase kedua yaitu Sporofit. Sporofit memiliki akar, batang dan daun.

4. Punya kelamin jantan dan betina

Tanaman paku pada fase hidup Gametofit bernama protalium kelamin jantan dan betina. Ada anteridium (sel kelamin jantan) dan archegonium (sel telur), keduanya berukuran mikroskopik.

Pembuahannya menghasilkan zigot yang tumbuh menjadi Sporofit. Sporofit adalah wujud merupakan tumbuhan paku yang kita kenal.

5. Spora berkembang di sporangium

Pada tumbuhan paku, spora merupakan inti sel yang berubah fungsi menjadi alat perkembangbiakan. Spora terletak di sporangium (kotak spora) yang berkumpul di dalam sorus. Sorus adalah kumpulan kotak spora yang berada di tepi bagian bawah daun yang berupa bintik-bintik kecoklatan.

Daun yang bisa menghasilkan spora disebut daun fertil atau daun subur. Jika sporangium pecah, spora keluar dan jatuh di tempat yang cocok. Selanjutnya akan terbentuk tumbuhan paku yang baru melalui fase gametofit dan sporofit.

6. Daun tanaman paku selalu bergulung ke dalam

Daun tanaman paku biasanya bergulung ke arah dalam. Ini adalah mekanisme perlindungan diri untuk bagian tubuh yang sedang tumbuh.



Simak Video "Penjualan Ponsel Low End Naik Imbas Siswa Belajar di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)